kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Ekonomi 2027 Masih Dibayangi Ketidakpastian Global


Kamis, 29 Oktober 2026 / 16:02 WIB
Ekonomi 2027 Masih Dibayangi Ketidakpastian Global
ILUSTRASI. Hana Bank (Dok/Hana Bank)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek ekonomi Indonesia pada 2027 masih dibayangi ketidakpastian global. Mulai dari arah suku bunga, gejolak nilai tukar, hingga ketegangan geopolitik berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi.

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi global tumbuh 3,40% pada 2027, meningkat dari perkiraan pertumbuhan 3,10% pada 2026. Meski begitu, pemulihan ekonomi antarnegara diperkirakan belum merata.

Hal tersebut mengemuka dalam Hana Bank Economic Outlook 2027 yang digelar PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) dengan tema Beyond Uncertainty: Winning in the New Global Economic Era.

Direktur Utama Hana Bank Yung Ryul Ko mengatakan, arah kebijakan suku bunga negara-negara ekonomi utama, volatilitas rupiah, dinamika pasar saham, serta risiko geopolitik masih akan memengaruhi perekonomian global dan domestik.

Menurutnya, pelaku usaha dan investor perlu mencermati berbagai risiko tersebut dalam menyusun strategi bisnis maupun mengelola aset pada tahun depan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menilai, dinamika politik domestik dan global akan turut menentukan arah perekonomian Indonesia pada 2027.

Dari dalam negeri, tekanan biaya hidup, inflasi, dan pergerakan rupiah berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat serta kepercayaan konsumen.

"Indonesia masih harus menghadapi tantangan global mulai dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat hingga gangguan di Timur Tengah," ujar Yunarto dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Program Kredit Perempuan Prasejahtera Berjalan November 2026

Ia menambahkan, perlambatan ekonomi global juga dipengaruhi harga energi dan komoditas, perang dagang, kenaikan utang pemerintah, hingga gangguan di Selat Hormuz. Di tengah tekanan tersebut, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

Di sisi lain, Dekan dan CEO Asian Development Bank Institute (ADBI) Bambang Brodjonegoro menuturkan, Indonesia masih memiliki peluang mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi di kawasan ASEAN.

Berdasarkan proyeksi IMF yang dipaparkan Bambang, ekonomi Indonesia dan Filipina diperkirakan tumbuh 5,10% pada 2027. Angka tersebut menempatkan keduanya di posisi kedua tertinggi di ASEAN, setelah Vietnam.

Namun, Bambang mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi belum tentu mampu menarik investasi apabila tidak didukung iklim usaha yang memadai.

"Proyeksi PDB yang tinggi belum menjamin imbal hasil," ujar Bambang.

Menurutnya, investor juga mempertimbangkan besarnya permintaan pasar, ketersediaan pemasok, keandalan listrik dan logistik, kepastian perizinan, serta kualitas tenaga kerja sebelum menanamkan modal.

Dengan demikian, Indonesia perlu memperkuat daya saing dan memperbaiki iklim investasi agar peluang pertumbuhan ekonomi pada 2027 dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Jelang Peluncuran Perlinsos Digital, 15,7 Juta KK Sudah Mendaftar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×