kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom: Turunnya Belanja Modal Bisa Pengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi


Senin, 19 Agustus 2024 / 17:17 WIB
Ekonom: Turunnya Belanja Modal Bisa Pengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Belanja modal dalam RAPBN 2025 sebesar Rp 190,6 triliun


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Belanja modal dalam Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dicanangkan sebesar Rp 190,6 triliun. Jumlah tersebut turun 77,81% dari outlook di tahun 2024 yang sebesar Rp 338,9 triliun.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyayangkan terkait menurunnya belanja modal tersebut. Menurutnya, turunnya anggaran belanja modal akan mempengaruhi daya dorong belanja pemerintah ke laju perekonomian.

“Hal ini karena umumnya belanja modal punya dampak lebih langgeng dibanding belanja pegawai,” tutur Eko kepada Kontan, Senin (19/8).

Adapun belanja pegawai direncanakan sebesar Rp 513,2 triliun, naik 11,37% dari outlook tahun ini Rp 460,8 triliun. Sementara itu, belanja modal direncanakan sebesar Rp 190,6 triliun, turun 77,81% dari outlook  tahun ini sebesar Rp 338,9 triliun.

Baca Juga: Anggaran Kemenhan Tembus Rp 165,2 Triliun, Ini Rencana Penggunaannya

Eko menambahkan, pemerintah nampaknya harus mempertimbangkan penurunan belanja modal yang cukup besar, dengan dampaknya bagi penurunan perekonomian, dalam pembahasan RAPBN 2025 dengan DPR sebelum disahkan menjadi Undang-Undang APBN 2025.

“Karena ini baru RAPBN maka masih ada ruang untuk membahas dengan DPR, dengan harapan belanja modal tetap harus didahulukan dibanding belanja-belanja lain yang bisa bisa diefisienkan,” ungkapnya.

Tahun 2025 pemerintah berencana menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, atau masih sama dengan target tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×