kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.541   11,00   0,06%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Ekonom: Turunnya Belanja Modal Bisa Pengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi


Senin, 19 Agustus 2024 / 17:17 WIB
Ekonom: Turunnya Belanja Modal Bisa Pengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi
ILUSTRASI. Belanja modal dalam RAPBN 2025 sebesar Rp 190,6 triliun


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Belanja modal dalam Rancangan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dicanangkan sebesar Rp 190,6 triliun. Jumlah tersebut turun 77,81% dari outlook di tahun 2024 yang sebesar Rp 338,9 triliun.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto menyayangkan terkait menurunnya belanja modal tersebut. Menurutnya, turunnya anggaran belanja modal akan mempengaruhi daya dorong belanja pemerintah ke laju perekonomian.

“Hal ini karena umumnya belanja modal punya dampak lebih langgeng dibanding belanja pegawai,” tutur Eko kepada Kontan, Senin (19/8).

Adapun belanja pegawai direncanakan sebesar Rp 513,2 triliun, naik 11,37% dari outlook tahun ini Rp 460,8 triliun. Sementara itu, belanja modal direncanakan sebesar Rp 190,6 triliun, turun 77,81% dari outlook  tahun ini sebesar Rp 338,9 triliun.

Baca Juga: Anggaran Kemenhan Tembus Rp 165,2 Triliun, Ini Rencana Penggunaannya

Eko menambahkan, pemerintah nampaknya harus mempertimbangkan penurunan belanja modal yang cukup besar, dengan dampaknya bagi penurunan perekonomian, dalam pembahasan RAPBN 2025 dengan DPR sebelum disahkan menjadi Undang-Undang APBN 2025.

“Karena ini baru RAPBN maka masih ada ruang untuk membahas dengan DPR, dengan harapan belanja modal tetap harus didahulukan dibanding belanja-belanja lain yang bisa bisa diefisienkan,” ungkapnya.

Tahun 2025 pemerintah berencana menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, atau masih sama dengan target tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×