kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.760   26,00   0,15%
  • IDX 6.280   25,34   0,41%
  • KOMPAS100 834   3,33   0,40%
  • LQ45 631   6,23   1,00%
  • ISSI 215   1,37   0,64%
  • IDX30 358   3,69   1,04%
  • IDXHIDIV20 439   4,15   0,95%
  • IDX80 95   0,75   0,79%
  • IDXV30 116   0,26   0,23%
  • IDXQ30 115   1,56   1,37%

Ekonom Samuel: Efisiensi belanja modal dan barang bakal tekan laju ekonomi


Rabu, 28 Agustus 2019 / 23:29 WIB
ILUSTRASI. Lana Soelistianingsih, Chief Economist Samuel Sekuritas


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Yudho Winarto

"Misal efisiensi untuk lelang proyek, kalau itu bakal pengaruh ke pertumbuhan ekonomi. Karena ada faktor pendorong yang tertekan, yaitu konsumsi rumah tangga," katanya.

Baca Juga: RDK OJK : Stabilitas keuangan dijaga di tengah perlambatan ekonomi global

Selama ini ada empat faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu konsumsi rumah tangga (masyarakat), ekspor, belanja pemerintah, dan investasi. Pada kuartal III dan IV, belanja pemerintah diharapkan mampu menjadi penopang untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Harapannya dari pengeluaran pemerintah itu bisa lebih tinggi (pertumbuhan ekonomi). Tapi kalau sekarang pemerintah mau melakukan efisiensi ya itu akan mengurangi daya dorong dari fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi. Sementara dari investasi kita tidak banyak berharap, apalagi ekspor," pungkas Lana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×