kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonom: Inflasi Juli Kemungkinan 0,38%


Kamis, 30 Juli 2009 / 16:14 WIB
Ekonom: Inflasi Juli Kemungkinan 0,38%


Reporter: Femi Adi Soempeno |

JAKARTA. Tingkat inflasi tahunan kemungkinan melambat lebih jauh di bulan Juli ini yang kemungkinan bisa mendesak Bank Indonesia untuk memangkas kembali suku bunganya sebesar 25 poin.

Perkiraan tengah 10 regional ekonom yang disurvei oleh Dow Jones menunjukkan bahwa inflasi bulan Juli akan anjlok dari 3,65% di bulan Juni menjadi 2,66% di bulan Juli. Sementara itu consumer price naik 6,04% di bulan Mei.

BPS bakal merilis datanya pada hari Senin (3/8) minggu depan.

Meluruhnya tingkat inflasi ini didorong oleh tingginya harga dasar dari keputusan pemerintah untuk meningkatkan harga bahan bakat di bulan Mei 2008. Hal ini telah menyurung tingginya harga-harga dalam bulan-bulan berikutnya.

Sembilan ekonom menyebutkan prediksi tingkat inflasi month-on-month sebesar 0,38%; naik dari bulan Juni yang besarnya hanya 0,11%. Tingginya inflasi month-on-moth ini berkaitan dengan masa pendidikan yang dimulai tengah tahun ini.

Namun, sepuluh ekonom memprediksikan bank sentral bakal membabat suku bunganya (BI Rate) kembali menjadi 6,50% pada pertemuan hari Rabu (5/8). Bank Indonesia telah mengikis suku bunganya sebesar 275 basis poin sejak Desember 2008.

Sebagian besar analis juga memperkirakan bahwa bank sentral akan menahan suku bunganya di level 6,50% hingga akhir tahun ini seiring dengan pemulihan komoditi di pasar global dan harga energi yang akan menggiring peningkatan inflasi hingga tahun 2010.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×