kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom Didik J Rachbini Beberkan PR Buat Pemerintahan Baru Imbas Perang Iran-Israel


Kamis, 18 April 2024 / 10:59 WIB
Ekonom Didik J Rachbini Beberkan PR Buat Pemerintahan Baru Imbas Perang Iran-Israel
ILUSTRASI. Prof. Didik J Rachbini usai pengukuhannya sebagai Rektor Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (20/5).


Reporter: Rashif Usman | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serangan mengejutkan dari Iran sebagai balasan terhadap Israel membuat dunia terkejut dan sekaligus meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Hal ini tentunya menimbulkan dampak yang luas pada perekonomian nasional dan global, sehingga mutlak harus diantisipasi dengan kebijakan. 

Ekonom Senior Didik J Rachbini menerangkan bagi pemerintahan baru, ketidakpastian global ini akan membuat berantakan dalam menjalankan kebijakan ekonominya dan sekaligus menambah beban baru bagi masyarakat.

Baca Juga: IMF Khawatir Pertumbuhan Ekonomi Global Terganggu Akibat Konflik Israel vs Iran

"Sasaran pertumbuhan ekonomi yang tinggi, juga angan-angan dalam kampanye lupakan saja. Fokus pada daya tahan masyarakat, daya beli mereka, menahan agar tidak terjadi pengangguran yang besar," kata Didik, Rabu (17/4).

Karena itu, kebijakan menjaga inflasi dan harga-harga kebutuhan pokok merupakan kebijakan utama untuk melindungi golongan bawah yang rentan.

Didik mengatakan, ada 3 kebijakan yang harus diutamakan untuk menjaga dan melindungi golongan bawah dan rentan. Supaya menjaga daya beli tidak turun, maka pemerintah harus sekuat tenaga dan segala kemampuan mengendalikan harga-harga atau menjaga inflasi.

"Ini merupakan duet pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Dalam kebijakan ini BI berperan penting mengendalikan dari sisi moneternya. Sejauh ini BI cukup baik dalam melaksanakan pengendalian inflasi dan lebih keras lagi menjalankannya pada saat dunia dalam ketegangan yang memuncak," ujarnya.

Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Waspadai 5 Dampak Buruk Bagi Ekonomi RI Berikut Ini

Pada sisi sektor riil pemerintah pusat dan daerah sudah wajib memantau harga kebutuhan pokok rakyat dari hari ke hari bahkan secara real time.

Kebijakan kedua adalah fiskal. Ini menjadi satu-satunya instrumen kebijakan yang langsung bisa dipakai oleh pemerintah. Kebijakan ini dijaga agar pengeluaran produktif, sehingga mampu membantu masyarakat bawah dan rentan. 

"Kebijakan fiskal yang baik adalah prudent, berhati-hati dan mampu mengendalikan defisit, jangan jor-joran, proyek besar kendalikan, dan populisme jangan serampangan," ucapnya.

Kebijakan ketiga, mempertahankan produktivitas dan dunia usaha di dalam negeri. Harus diingat bahwa sektor dalam negeri adalah bagian terbesar yakni 75 persen. 

Baca Juga: Konflik di Timur Tengah Bisa Kerek Inflasi RI, Daya Beli Masyarakat Terancam

"Meskipun eksternal terguncang tetapi menjaga ekonomi dan usaha dalam negeri terutama menengah kecil sangat penting di masa genting," tuturnya.

Selain itu, Didik menerangkan bahwa kebijakan perdagangan luar negeri diarahkan ke kawasan yang sedikit terpengaruh perang.

"Jalur ke Eropa dan Timur Tengah pasti terganggu. Tetapi mitra dagang di kutub ekonomi lainnya akan hidup terus, seperti mitra Jepang, Cina, Asean, India dan lain-lain," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×