kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekonom: Daya beli masih stagnan hingga akhir tahun


Selasa, 05 September 2017 / 20:24 WIB
Ekonom: Daya beli masih stagnan hingga akhir tahun


Reporter: Choirun Nisa | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi inti Agustus tahun ini tercatat sebesar 0,28%. Angka ini naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 0,26%.

Jika laju inflasi inti mencerminkan daya beli sekaligus permintaan masyarakat, maka berdasarkan data BPS, permintaan barang oleh masyarakat semakin banyak dan daya beli terindikasi naik.

Meski data terbilang naik, ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan, kenaikan ini tidak berarti daya beli naik. "Naiknya masih tipis dan cenderung stagnan, belum bisa dibilang daya beli membaik," ujar Lana ketika dihubungi KONTAN di Jakarta pada Selasa (5/9).

Lana menuturkan, kenaikan di Agustus ini merupakan hal wajar karena adanya komponen pengeluaran untuk pendidikan.

Bagi perguruan tinggi, pengeluaran pendidikan dimulai Agustus sehingga pengeluaran masyarakat pun meningkat. "Selain itu harga emas juga sedikit naik, jadi berdampak pula pada para pembeli emas," kata Lana lagi.

Lana ini memprediksi daya beli hingga akhir tahun akan terus stagnan. Ia mengatakan, daya beli akan naik di akhir tahun, tetapi kecenderungan daya beli masih tetap stagnan.

"Akan ada kenaikan di sektor rekreasi dan ini wajar terjadi setiap tahun," ujarnya.

Untuk mendongkrak daya beli, Lana menyarankan pemerintah menjaga harga kebutuhan pokok dan memaksimalkan pengeluaran pemerintah terutama yg bisa mendongkrak multiplier terkait belanja pegawai, menurunkan suku bunga, dan menjaga keyakinan konsumen dan produsen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×