kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Ekonom Core prediksi neraca dagang bulan Maret surplus tipis, ini penyebabnya


Senin, 13 April 2020 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menyatakan, pihaknya memprediksi neraca perdagangan Indonesia pada bulan Maret 2020 akan membaik dan mengalami surplus tipis di kisaran US$ 100 juta - US$ 500 juta.

Menurut Piter, surplus ini disebabkan oleh penurunan impor yang lebih besar apabila dibandingkan dengan penurunan ekspor akibat dari wabah virus Corona (Covid-19) yang meluas.

Baca Juga: Ekonom BNI proyeksikan neraca perdagangan Maret surplus US$ 3,12 miliar

"Penurunan ekspor-impor Indonesia disebabkan oleh turunnya permintaan dari tiga negara mitra dagang terbesar, serta turunnya harga komoditas akibat perlambatan ekonomi global," ujar Piter kepada Kontan.co.id, Senin (13/4).

Turunnya permintaan global ini merupakan akibat dari meluasnya wabah virus Corona. Sementara perlambatan ekonomi yang membuat harga komoditas menurun ini dilatarbelakangi oleh adanya perang harga minyak dunia.

Piter menjelaskan, perbedaan mendasar dari surplus neraca dagang di bulan Februari dan Maret adalah adanya kasus positif Corona dan juga kebijakan social distancing.

Baca Juga: Bea Cukai catat surplus neraca dagang di kuartal I 2020, ini kata ekonom Indef

"Bedanya Februari kita belum ada kasus positif, sedangkan Maret sudah ada kasus dan ada social distancing. Pembatasan pesawat sekaligus mengurangi aliran barang untuk ekspor-impor juga sudah lebih ketat pada bulan Maret," kata Piter.




TERBARU

[X]
×