kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Ekonom BNI menilai BI masih akan menahan suku bunga acuan


Rabu, 18 Desember 2019 / 18:19 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Indonesia terlihat di kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, Indonesia, 17 Januari 2019.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank BNI menilai bahwa Bank Indonesia (BI) masih perlu menahan relaksasi moneter. Oleh karena itu, BI diimbau untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reberse Repo Rate (BI7DRRR) di level 5%.

Menurut Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto, kebijakan ini dilandasi dengan pertimbangan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang tidak lagi menurunkan suku bunga acuannya (FFR) hingga akhir tahun 2019, bahkan hingga akhir tahun 2020.

Baca Juga: BI catat rata-rata bunga deposito naik 15 bps

"Serta harus mempertimbangkan kecenderungan bank sentral negara lain untuk menahan suku bunga acuan jelang akhir tahun," tambah Ryan pada Rabu (18/12).

Selain itu, ini juga menimbang dengan kondisi domestik tentang ekspektasi inflasi yang masih terkendali di jangkar BI, yaitu 3,5% plus minus 1%. Ryan pun melihat realisasi inflasi hingga akhir tahun ini masih akan terkendali dan relatif rendah yaitu di posisi 3,2%.

Ryan juga memandang bahwa relaksasi yang dilakukan oleh BI rupanya sudah disambut baik dengan perbankan yang mulai menurunkan suku bunga perbankannya hingga 50 basis poin (bps) mengikuti arah suku bunga acuan BI yang sudah turun sebanyak 100 bps hingga Oktober tahun ini.

Baca Juga: Perry Warjiyo: Investor global very picky karena dollar yang kuat

"Ditambah lagi dengan posisi cadangan devisa (cadev) yang masih cukup terkendali dan berada di posisi US$ 126,7 miliar," kata Ryan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×