kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,27   4,71   0.60%
  • EMAS938.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Ekonom BNI: Dengan arahan strategis Jokowi, ekonomi bisa tumbuh 6% dalam lima tahun


Senin, 21 Oktober 2019 / 13:15 WIB
Ekonom BNI: Dengan arahan strategis Jokowi, ekonomi bisa tumbuh 6% dalam lima tahun
ILUSTRASI. Ilustrasipertumbuhan ekonomi.

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin telah resmi dilantik kemarin, Minggu (20/10). Jokowi-Ma’ruf akan memimpin Indonesia pada 2019-2024.

Kepala Ekonom BNI Ryan Kiryanto memproyeksi di bawah kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 6% dalam lima tahun ke depan. 

Ryan menegaskan pertumbuhan ekonomi bisa stabil dengan multiplier effects yang besar. 

Menurut Ryan pertumbuhan ekonomi 6% dapat menurunkan kemiskinan dan pengangguran, memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR)I karena pusat pertumbuhan ekonomi semakin meluas secara keseluruhan di Indonesia dan ikatan persatuan serta kesatuan akan semakin kuat. 

Baca Juga: Ingin keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah, apa saja strategi Jokowi?

Ryan yakin pertumbuhan ekonomi 6% ini bisa dicapai dengan arahan strategis Jokowi yang merupakan kebutuhan Indonesia untuk lima tahun ke depan. 

Beberapa arahan tersebut yang menjadi catatan Ryan meliputi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berskala global. Kemudian melanjutkan infrastruktur yang lebih cepat untuk konektivitas dan logistik nasional.

Selanjutnya deregulasi kebijakan dan reformasi birokrasi agar lebih pro investasi dan sektor riil supaya daya saing global. 

“Kita naik ke level 40 sesuai yang dikehendaki Presiden Jokowi,” kata Ryan dalam keterangan resmi Ryan yang diterima oleh Kontan.co.id, Minggu (20/10).

Menurut Ryan reformasi birokrasi mutlak harus dilakukan untuk mempercepat proses pengambilan kebijakan dan keputusan supaya bisa segera diimplementasikan. Karenanya Indonesia butuh akselerasi pertumbuhan ekonomi yangg lebih tinggi, inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat transformasi ekonomi.

“Memperkuat sektor manufaktur dan jasa modern bertumpu pada ekonomi digital dan meninggalkan ketergantungan pada SDA yang tidak lagi bisa dieksploitasi dan dieksplorasi lebih lanjut perlu terukur dan terealisasi,” ujar Ryan.

Baca Juga: Pasca pelantikan presiden, rupiah menguat di awal perdagangan hari ini

Kata Ryan, jika implementasi kelima strategi tersebut dilaksanakan dengan optimal dan tidak ada gangguan serta kendala hukum, sosial maupun politik, maka cita-cita Indonesia menjadi negara maju dgn SDM unggul akan menjadi kenyataan. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×