kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.918   32,00   0,18%
  • IDX 6.065   -81,51   -1,33%
  • KOMPAS100 781   -10,95   -1,38%
  • LQ45 599   -7,18   -1,18%
  • ISSI 212   -2,99   -1,39%
  • IDX30 333   -2,74   -0,82%
  • IDXHIDIV20 426   -3,64   -0,85%
  • IDX80 89   -1,23   -1,36%
  • IDXV30 116   -1,02   -0,87%
  • IDXQ30 109   -0,87   -0,79%

Ekonom: Belum Ada Kekhawatiran Lonjakan Bunga Utang, Meski The Fed Kerek Suku Bunga


Kamis, 28 Juli 2022 / 19:03 WIB
ILUSTRASI. Belum ada kekhawatiran soal lonjakan bunga utang, meski The Fed kerek suku bunga kebijakan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/YU


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) kembali mengerek suku bunga kebijakannya sebesar 75 basis poin (bps) pada Rabu (27/7). Ini berarti, otoritas moneter AS sudah menaikkan suku bunga acuan selama 4 kali dalam tahun 2022. 

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, peningkatan suku bunga kebijakan The Fed ini memang mempengaruhi kocek yang harus dibayarkan pemerintah terkait bunga utang. Namun, sejauh ini, David melihat risiko tersebut masih terkendali. 

“Dampaknya masih terkendali sejauh ini. Belum terlihat adanya risiko ada lonjakan beban bunga utang ke depan. Dari awal tahun hingga sekarang cukup stabil,” tutur David kepada Kontan.co.id, Kamis (28/7). 

Baca Juga: Ekonom: Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Ongkos Penarikan Utang Makin Mahal

Hal ini juga seiring dengan pergerakan imbal hasil surat berharga negara (SBN) yang tidak terlalu jauh dengan imbal hasil surat utang pemerintah AS atau US Treasury. Dengan demikian, spread masih terjaga dan imbal hasil SBN ke depan diharapkan masih kondusif dan tetap menarik bagi investor. 

Dengan perkembangan tersebut pun, David meyakini dampaknya juga mini terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Menurut perkiraannya, rupiah pada jangka pendek masih akan bergerak di kisaran Rp 14.950 per dolar AS hingga Rp 15.100 per dolar AS. 

Likuiditas valas Indonesia juga masih baik, karena meski sempat ada keluarnya asing dari pasar keuangan dalam negeri, tetapi ada surplus neraca perdagangan yang turut menyumbang pergerakan rupiah yang lebih stabil bila dibandingkan dengan negara sebaya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×