kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom: BBM Jenis Baru Bisa Memicu Masalah Baru


Jumat, 19 Juli 2024 / 04:30 WIB
Ekonom: BBM Jenis Baru Bisa Memicu Masalah Baru
ILUSTRASI. Ekonom INDEF mengatakan adanya BBM jenis baru akan memunculkan masalah baru.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana meluncurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yang rendah sulfur dalam waktu dekat. 

Merespon hal ini, Ekonom Senior Institut for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri menilai kebijakan ini bisa menimbulkan masalah baru. 

Hal ini pun menurutnya pernah terjadi pada saat pemerintah memaksakan penggunaan pertalite, yang nyatanya masih tinggi sulfur. Untuk itu, tak banyak produk pertalite di jual di negara lain. 

"Ini sama menyelesaikan masalah dengan menciptakan masalah baru, seperti dulu premium dibunuh dan muncul pertalite, pertalite (mau) dibunuh, muncul macam BBM Baru yang masih gak tau ini," kata Faisal usai Diskusi Indef dipantau daring Kamis (16/7). 

Baca Juga: Pemerintah Bersiap Luncurkan BBM Jenis Baru: Solusi atau Masalah Baru?

Menurutnya, BBM baru yang diklaim rendah sulfur ini kemungkinan adalah jenis solar. Kendati begitu, ia pun tatap heran dengan ide tersebut yang baru dicetuskan baru-baru ini. 

Padahal, sebelumnya, ia telah menyampaikan kepada Pemerintah terkait cara mengelola minyak gas bumi Indonesia sejak tahun 2014-2015. Saat itu, ia tengah menjabat sebagai Tim Tata Kelola Migas. 

Faisal mengaku rekomendasi yang disampaikanya pun detil agar harga BBM tidak fluktuatif, maka harus ada pengaman melalui revitalisasi kilang. 

"Masa sih karena standar kita sulfurnya tinggi, terus kita beli dengan sulfur rendah terus kita campur?," tanyanya. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomia, Airlangga Hartarto membenarkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan peluncuran Bahan Bakar Minyak (BBM) baru ramah lingkungan. 

Airlangga menyebut peluncuran BBM rendah sulfur ini rencananya akan dilakukan pada 1 September mendatang, dimulai dengan program sosialiasi dari pemerintah. 

"Ya 1 September (peluncuran), saya minta sosialisasi dulu," jelas Airlangga pada media di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (16/7). 

Baca Juga: BBM Baru Bakal Rilis 1 Septmber, Airlangga: Tak Ada Pembatasan Produk Bersubsidi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×