kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekonom Bank Mandiri: Pembatasan aktivitas bisa gerus konsumsi masyarakat


Rabu, 13 Januari 2021 / 23:26 WIB
ILUSTRASI. Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan kebijakan Penerapan Pelaksaanaan Kegiatan Masyarakat (PPKM)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari tanggal 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021.

Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat, kalau ini akan berdampak pada konsumsi masyarakat.

“Dampaknya ini bisa dilihat, setiap ada pembatasan sosial, di bulan tersebut pasti akan tercatat konsumsi masyarakat yang lebih rendah. Karena ini memberikan dampak,” ujar Andry dalam analisisnya, Selasa (12/1).

Seperti contohnya pada pembatasan sosial berskala besar (PSBB) I dan II, konsumsi masyarakat tampak menurun. Setelah pembatasan aktivitas tersebut beralih ke PSBB transisi, baru konsumsi masyarakat kembali meningkat.

Baca Juga: Satgas Covid-19: Kebijakan PPKM merupakan upaya menjamin keselamatan masyarakat

Andry pun berharap, kalau dampak PPKM ini pada konsumsi masyarakat di kuartal pertama tahun 2021 tidak akan sebesar dampak di PSBB I dan II.

Ini dengan melihat fakta kalau konsumen sudah mulai bisa beradaptasi dan bahkan sebagian konsumsi sudah bisa dialihkan lewat belanja secara online.

Selain itu, harapan ini juga didasarkan pada penurunan konsumsi masyarakat yang sudah mencapai titik terendahnya pada April 2020 dan Mei 2020.

Akan tetapi, Andry juga tak menampik kalau PPKM ini tetap membawa risiko terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2021. Bahkan, ia memprediksi kalau pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini bisa di bawah 1% yoy.

“Namun, memang ini yang perlu dilakukan untuk menekan angka penyebaran virus. Dus, stimulus fiskal akan membantu daya beli di Pulau Jawa di tengah pembatasan ini,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×