kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekonom Bank Danamon perkirakan inflasi November 2021 sebesar 0,33%


Senin, 29 November 2021 / 18:23 WIB
ILUSTRASI. Warga membeli kebutuhan pangan di sebuah ritel pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (1/6/2021). Ekonom Bank Danamon perkirakan inflasi November 2021 sebesar 0,33%


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Bank Danamon memperkirakan adanya peningkatan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2021. 

Ekonom Bank Danamon Wisnu Wardana memperkirakan, inflasi pada bulan laporan sebesar 0,33% month on month (mom), atau secara tahunan sebesar 1,71% yoy.

Ini lebih tinggi dari inflasi pada bulan Oktober 2021 yang tercatat 0,12% mom atau secara tahunan sebesar 1,66% year on year (yoy). 

“Kami memperkirakan ada peningkatan inflasi IHK seiring dengan permintaan domestik yang meningkat pada bulan November 2021,” ujar Wisnu kepada Kontan.co.id, Senin (29/11). 

Baca Juga: Ekonom Bank Permata perkirakan inflasi November 2021 sebesar 0,29%

Permintaan yang meningkat tersebut kemudian menyundut harga barang bergejolak untuk naik di kisaran 0,01% mom hingga 0,1% mom. Hanya, Wisnu melihat suplai kelompok ini masih memadai. 

Dari kelompok tersebut, kontributor terbesar dalam inflasi bulan November 2021 antara lain telur ayam, minyak goreng, serta cabai merah. 

Dari komponen inti, tarif transportasi meningkat seiring dengan peningkatan mobilitas sedangkan harga emas juga meningkat 0,02% mom seiring dengan peningkatan ketidakpastian kasus Covid-19 varuan Omicron. 

Ke depan, Wisnu pun memperkirakan inflasi di akhir tahun 2021 masih akan berada di bawah kisaran sasaran Bank Indonesia (BI) yang sebesar 2% - 4%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×