kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Dua tahun, 719 embung terbangun


Kamis, 18 Mei 2017 / 23:54 WIB
Dua tahun, 719 embung terbangun


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyatakan, selama dua tahun terakhir mereka sudah menyelesaikan pembangunan 719 embung. Tahun ini, rencananya ada 111 embung baru lagi terbangun.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengatakan, ke depan pembangunan embung masih akan dilakukan lagi. Pembangunan tersebut dilakukan untuk memenuhi penyediaan sarana dan prasarana air agar ketahanan air dan kedaulatan pangan bisa dicapai.

“Intinya masih ada embung berukuran besar dan embung kecil yang akan kita selesaikan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (18/5).

Kepala BBWS Brantas Fauzi Idris mengungkapkan, dua embung yang saat ini sedang dibangun;  Embung Kalipang di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol dan Embung Ngrayut di Desa Rembang Kepuh, Kecamatan Ngadiluwih berada di  Kabupaten Kediri.  Embung Ngrayut telah dimulai sejak awal 2017 dengan total anggaran Rp 1,9 miliar.

Selanjutnya Embung Kalipang yang juga dimulai awal 2017, dibangun dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar "Untuk Embung Ngrayut saat ini progresnya sudah 70,7% dan ditargetkan selesai pada Juni 2017," kata Fauzi.

Sementara untuk Embung Kalipang progres konstruksi saat ini sudah 8,7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×