kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

DPR sindir Malaysia lewat Petronas


Rabu, 25 Januari 2012 / 21:50 WIB
ILUSTRASI. Pembangunan proyek properti di kawasan Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/8). KONTAN/Baihaki/13/8/2018


Reporter: Eka Saputra | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Dalam dengar pendapat di Gedung DPR, Komisi VII DPR menyindir pemerintah Malaysia yang masih melakukan diskriminasi terhadap produk Indonesia. Sindiran tersebut disampaikan melalui PT Petronas Niaga Indonesia.

Sejumlah anggota komisi energi, sumber daya alam, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup menyatakan, sebaiknya Petronas dilarang beroperasi di Indonesia.

"Secara resmi dalam rapat dengar pendapat ini, saya termasuk yang setuju Petronas dilarang beroperasi di Indonesia. Karena toh Malaysia mendiskriminasi perusahaan Indonesia di Malaysia. Pertamina tidak diizinkan menjual produknya di Malaysia," ujar Totok Daryanto, dari fraksi PAN, Rabu (25/1).

Melalui sindiran itu, Petronas diharapkan bisa melakukan lobi-lobi agar kesempatan usaha yang sama juga diberikan pada Pertamina di Malaysia.

Suara senada disampaikan Anggota fraksi Partai Demokrat Milton Pakpahan. "Pak cik ini bagaimana, bantu Pertamina. Kalau memang sudah bangun SPBU di sana (Malaysia), kasihlah Mesran kita masuk. Indonesia kan sudah jadi pasar bebas yang terbuka, berbaik-baiklah dengan Pertamina," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×