kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

DPR : Pengusaha Gula Rafinasi Nakal Harus Ditindak


Rabu, 14 Juli 2010 / 16:06 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota parlemen meminta pemerintah menindak tegas produsen gula rafinasi yang menjual produknya ke pasar konsumsi. DPR ingin produsen nakal itu ditindak tegas.

Desakan muncul setelah belakangan banyak ditemui gula rafinasi di tingkat pengecer di berbagai daerah. Hasil temuan Kementerian Perdagangan menunjukkan ada empat daerah yang menjual gula rafinasi ke segmen konsumsi yakni Makassar, DKI Jakarta, Barito Utara (Kalimantan Tengah), dan Cilacap (Jawa Tengah).

“Aturannya sudah jelas, bila ada yang melanggar, harus diberi sanksi dengan tegas,” kata Aria Bima, Ketua Panitia Kerja (Panja) Gula Komisi VI DPR, Rabu (14/7).

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 111 Tahun 2009, distribusi gula rafinasi hanya untuk industri. Selain itu, dalam pendistribusiannya pun, agen atau distributor juga ditunjuk oleh produsen terkait. Makanya, kalau ada rembesan gula rafinasi di pasar ritel, produsen harus bertanggung jawab.

Panja Gula DPR juga meminta pemerintah tegas dalam perdagangan gula rafinasi antar pulau. Mestinya, perdagangan gula rafinasi antar pulau tidak boleh dilakukan. “Tapi kami menemukan Gubernur Bali meminta gula rafinasi dari Sulawesi Selatan,” kata Aria.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×