kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

DPR panggil Mendagri soal proyek e-KTP Senin mendatang


Sabtu, 17 September 2011 / 12:02 WIB
ILUSTRASI. Arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mengalami penurunan sebesar 4,2% pada kuartal pertama tahun ini. .


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisi II DPR yang membidangi permasalahan pemerintahan akan melakukan Rapat Kerja dengan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi beserta jajarannya. Agenda tersebut khusus ditujukan untuk membicarakan proyek e-KTP.

"Senin Insya Allah akan Raker dengan Mendagri, kita akan tanyakan khusus mengenai program e-KTP," ujar Anggota Komisi II DPR, Abdul Malik Haramain, saat acara diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/9/2011).

Menurut Malik, pihaknya akan menanyakan pula mengenai Nomor Induk Kependudukan (NIK) kepada Mendagri. Persoalan NIK menjadi penting dibahas karena lanjut Malik masih banyak ditemukan NIK ganda dan proyek e-KTP belum bisa berjalan kalau masih ada permasalahan tersebut.

"Persoalan NIK juga akan kita tanyakan nanti,"jelasnya.

Selain itu, lanjut Malik, persoalan tender proyek e-KTP juga akan dipertanyakan dalam rapat yang akan dilaksanakan Senin (19/9/2011) mendatang.

"Bahwa ada uang sebesar Rp 5,8 trilliun untuk proyek e KTP tidak dipermasalahkan. Sedangkan uang Rp 1,5 milliar saja sudah seperti kiamat," pungkasnya. (Willy Widianto/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×