kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.990   31,00   0,17%
  • IDX 5.890   -12,50   -0,21%
  • KOMPAS100 779   -3,86   -0,49%
  • LQ45 587   -2,51   -0,43%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 334   -1,33   -0,40%
  • IDXHIDIV20 412   -0,98   -0,24%
  • IDX80 88   -0,32   -0,37%
  • IDXV30 111   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 107   -0,29   -0,27%

DPR bentuk Panja industri otomotif nasional


Rabu, 25 Januari 2012 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. China. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins


Reporter: Eka Saputra | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR membentuk Panitia Kerja Pengembangan Industri Otomotif Nasional. Panitia kerja ini akan memantau kerja pemerintah dalam mengembangkan industri otomotif nasional.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima mengatakan, industri otomotif nasional sudah harus berjalan pada 2014 bila melihat program yang dibuat pemerintah. Karena itu, dia memintan pemerintah dan kementerian terkait berkoordinasi mengembangkan inovasi dan membantu desain dan rancang bangung serta mendukung kalangan usaha dan pemerintah daerah yang merintis pengembangan mobil nasional.

Mengenai kendala investasi, Komisi VI DPR meminta pemerintah memberikan kemudahan dan insentif kepada investor nasional yang berminat menanamkan modalnya untuk pengembangan industri tersebut. "Investor nasional ya, luar negeri, asing nggak boleh," tukasnya usai rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian BUMN tentang industri mobil nasional, Rabu (25/1).

Komisi VI DPR juga meminta pemerintah memfasilitasi sinergi seluruh pemangku kepentingan yang terkait supaya program industri otomotif nasional tidak hanya akan menjadi euforia sesaat. Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Automotive Nusantara (Asia Nusa) Ibnu Susilo yang memproduksi AG Tawon Ibnu Susilo mengatakan butuh waktu pengembangan industri otomotif nasional yang mandiri dan dukungan banyak pihak, mulai dari pemerintah hingga swasta.

"Kalau industri otomotif lahir tahun ini, maka bukan berarti kami langsung bertanding atau saingan dengan industri yang ada sebelumnya. Kami masih perlu didewasakan," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×