kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45948,47   -19,75   -2.04%
  • EMAS923.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Dokter Reisa: Pengelola dan pengunjung tempat pariwisata harus sama-sama disiplin


Selasa, 23 Juni 2020 / 20:40 WIB
Dokter Reisa: Pengelola dan pengunjung tempat pariwisata harus sama-sama disiplin
ILUSTRASI. Reisa Brotoasmoro, Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19

Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 menegaskan pemerintah sudah mengizinkan operasional kawasan pariwisata.

Namun, Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, menegaskan operasional kawasan pariwisata ini harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Keputusan ini dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk membuka beberapa kawasan pariwisata konservasi. Meskipun demikian pengelola dan pengunjung lokasi wisata wajib bersama-sama untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona Covid-19 ini tertuang di Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/382/2020, tentang Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum. Aturan Menteri Kesehtan ini telah diteken dan disahkan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Jumat lalu (19/6) pekan lalu.

Karena itu, bagi pengelola, penting untuk melakukan pembersihan secara berkala. "Termasuk disinfeksi pada area, sarana, dan peralatan yang digunakan secara bersama," kata Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dokter Reisa Brontoasmoro di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Selasa (23/6).

Dalam implementasinya, pengelola tempat pariwisata harus menyediakan fasilitas cuci tangan menggunakan sabun yang memadai dan mudah diakses pengunjung.

Selain itu pengelola harus mengecek suhu tubuh pengunjung di pintu masuk, dan memperbanyak media informasi tentang penerapan protokol kesehatan di lokasi pariwisata.

Dokter Reisa juga mengingatkan pengelola untuk memperhatikan para pekerja di lokasi wisata agar terlindung dari penularan virus corona Covid-19.

"Memastikan para pekerja SDM pariwisata memahami cara melindungi diri dari penularan virus corona Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Jaga kebersihan pribadi seperti sering cuci tangan, konsumsi makanan bergizi, rutin olahraga, dan cukup istirahat," jelas Dokter Reisa.

Selain itu, bagi pengelola juga wajib memperhatikan beberapa hal seperti pembatasan jumlah pengunjung baik secara umum maupun di tempat dan fasilitas tertentu, jarak antar pengunjung, jam operasional, mengoptimalkan ruang terbuka untuk tempat transaksi, dan penggunaan pembatas atau partisi di lokasi pembelian tiket atau customer service.

Selanjutnya, Dokter Reisa menyampaikan pesan untuk para pengunjung lokasi pariwisata agar tetap aman selama berkunjung di lokasi wisata.

"Bagi pengunjung, pastikan diri Anda dalam kondisi yang sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata. Apabila sakit, dirumah saja, istirahat yang cukup dan pastikan imunitas kembali dan tubuh fit sebelum memutuskan keluar rumah," tuturnya.

Adapun protokol kesehatan selama di lokasi wisata, pengunjung diminta untuk memperhatikan penggunaan masker dan tidak mengajak orang-orang yang rentan terhadap penularan Covid-19.

"Pastikan menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata, hindari mengajak anak yang belum bisa menggunakan masker dengan baik dan benar. Hindari mengajak orang-orang yang rentan terhadap penularan virus corona Covid-19, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta," terang Dokter Reisa.

Dokter Reisa juga menghimbau pengunjung untuk tetap melakukan protokol kesehatan saat kembali ke rumah masing-masing. 

"Setelah tiba di rumah, terapkan protokol kedatangan seperti mandi dan ganti pakaian, dan jangan lupa bersihkan peralatan yang dibawa keluar seperti handphone, kacamata, tas, dan barang-barang lainnya dengan disinfektan," imbau Dokter Reisa.

Sebagai catatan upaya penanganan dan pencegahan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab pandemi corona Covid-19 ini harus dihadapi secara kolektif dengan mematuhi protokol kesehatan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kami menghadapi pandemi ini bersama-sama, kita melindungi diri sendiri untuk melidungi orang lain. Begitu juga dengan orang lain, kedisiplinan dan kepatuhan mereka terhadap protokol kesehatan akan melindungi kita dan banyak orang lainnya," tandas Dokter Reisa.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×