kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.826   -2,00   -0,01%
  • IDX 8.111   78,69   0,98%
  • KOMPAS100 1.143   11,08   0,98%
  • LQ45 827   5,67   0,69%
  • ISSI 287   3,69   1,30%
  • IDX30 430   3,37   0,79%
  • IDXHIDIV20 517   3,69   0,72%
  • IDX80 128   1,14   0,90%
  • IDXV30 140   1,18   0,84%
  • IDXQ30 140   1,04   0,75%

DKI Terima Kapal Keruk dari Belanda Senilai 700.000 Euro


Rabu, 21 Januari 2009 / 12:03 WIB


Reporter: Dian Pitaloka Saraswati |

JAKARTA. Proyek pengerukan sungai Pemprov DKI yang sudah berjalan, kini akan makin optimal setelah kemarin Pemerintah Kerajaan Belanda yang diwakili oleh wakil Menteri Transportasi, Tineke Huizinga menyerahkan dua unit kapal pengeruk senilai 700.000 euro kepada Gubernur DKI, Fauzi Bowo di gedung Balai Kota, Selasa (20/1).

Tineke mengaku senang dapat membantu Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah DKI dalam menanggulangi banjir. "Kami bisa saling menggabungkan pengalaman kami, ini adalah bantuan kecil kami, dan kami senang melakukannya," katanya. Belanda dan Jakarta memiliki geografis yang sama, dimana permukaan tanahnya rendah, dan muara dari sungai-sungai di sekitarnya.

Fauzi Bowo menjelaskan, sebenarnya sudah ada dua unit kapal pengeruk yang dioperasionalkan sejak November 2008 lalu. Pengerukan itu dilakukan di sepanjang lokasi Kalimati sekitar 1300 meter dan Kanal Pademengan sepanjang 200 meter. "Diharapkan selesai hingga Maret 2009," kata Fauzi.

Selain bantuan alat, Belanda juga membantu meberikan pelatihan untuk operator dan staf pemda DKI serta dukungan tenaga ahli untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat untuk mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan. "Pelatihan ini penting ketika nanti ada program pengerukan besar-besaran jika bantuan bank dunia," kata Fauzi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×