kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Dirut Inalum Budi Gunadi masuk istana, jadi wakil menteri?


Jumat, 25 Oktober 2019 / 09:27 WIB
Budi Gunadi Sadikin masuk Istana


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi Gunadi Sadikin masuk ke Istana Kepresidenan.

Budi dikabarkan dipanggil Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil menteri (wamen). Budi masuk ke istana pukul 8:42 WIB dengan mengenakan kemeja putih.

"Saya enggak tahu (sebagai apa)," ujar Budi kepada wartawan, Jumat (25/10).

Baca Juga: Segera dilantik, sebagian wakil menteri berasal dari parpol?

Asal tahu saja, sebelumnya Jokowi mengaku penyusunan Wamen telah selesai. Latar belakang Wamen akan beragam baik dari partai politik mau pun kalangan profesional.

"Jadi diharapkan sore hari ini juga final semuanya dan segera dilantik, secepatnya," ujar Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (24/10).

Jokowi menekankan bahwa Wamen nantinya harus bekerja dengan optimal. Wamen harus memiliki kompetensi untuk dapat membantu pekerjaan menteri ke depan.

Namun, hingga saat ini penentuan Wamen masih dalam tahap finalisasi. Menteri Sekretaris Negara Pratikno bilang jumlah Wamen akan lebih sedikit dari Kabinet Indonesia Bersatu pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Baca Juga: Jokowi: Formasi wamen sudah rampung, segera dilantik

"Belum (finalisasi jumlah), kita sedikit, zaman Pak SBY dulu kan sampai 18," terang Pratikno.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×