kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.912
  • SUN102,00 -0,22%
  • EMAS620.130 0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Dirjen Pajak: Efek dari percepatan restitusi sampai Rp 10 triliun

Senin, 16 April 2018 / 21:16 WIB

Dirjen Pajak: Efek dari percepatan restitusi sampai Rp 10 triliun
ILUSTRASI. Dirjen Pajak Robert Pakpahan
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat penerimaan pajak pada triwulan I 2018 mampu tumbuh sebesar 9,94% dengan capaian sebesar Rp 244,5 triliun atau 17,6 % dari target APBN tahun 2018.

Dibandingkan penerimaan tahun 2017 dengan tanpa memperhitungkan amnesti pajak, pertumbuhan penerimaan pajak triwulan I 2018 ini sebesar 16,21%. Tren pertumbuhan ini melanjutkan tren positif pada Januari-Februari 2018, bahkan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2015.

Meski demikian, penerimaan pajak tahun ini akan mengalami tantangan baru, yakni dari kebijakan percepatan restitusi. Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan, kebijakan ini akan berdampak satu kali pada penerimaan pajak, yakni hanya pada tahun 2018.

“Dalam hitungan sementara, di 2018 ada kemungkinan percepatan restitusi sebesar Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun. Di 2019 akan normal kembali,” kata Robert di kantor Kemkeu, Jakarta, Senin (16/4).

Ia menambahkan, dalam inventarisasi Ditjen Pajak, stok nominal restitusi pada tahun sedikit lebih rendah dari 2017. “Jadi, lebih baik. Restitusi ini kan yang sudah masuk lebih sedikit stoknya,” ucap dia.

Robert pun mencatat, restitusi selama 2017 sebesar Rp 100 triliun. Adapun per akhir Maret 2018, menurut Robert, pertumbuhan restitusi minus 20%.

“Restitusi itu kan mengikuti pertumbuhan ekonomi. Pada 2016 itu ekonomi agak berat, tapi kelihatannya tahun 2017 lebih bagus ekonominya. Jadi banyak yang kurang bayar,” kata dia.

Selain kebijakan percepatan restitusi, pemerintah juga akan melonggarkan tarif PPh final untuk UKM menjadi 0,5%. Namun demikian, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan, efeknya belum terlihat ke penerimaan.

Namun, “Logikanya ini kan untuk tarik pelaku usaha yang baru, di PPh dibebaskan tapi ekonomi akan dapat dari penerimaan pajak lainnya yaitu dari PPN dalam negeri dan PBB. Tentu ada yang berkurang ada yang tapi tak apa,” jelasnya.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus
Editor: Yudho Winarto

PAJAK

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi Jakarta
14 May 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy
Close [X]
×