kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Direktur IMF: Prospek Ekonomi Global Cerah Pasca Kebijakan Nol Covid China Berakhir


Selasa, 24 Januari 2023 / 15:36 WIB
Managing Director IMF Kristalina Georgieva menilai Prospek Ekonomi Global Cerah Pasca Kebijakan Nol Covid China Berakhir.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Dana Moneter Internasional (IMF) melihat sedikit titik terang di tengah awan mendung yang menggelayuti perekonomian tahun 2023.

Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menegaskan, perekonomian dunia pada tahun 2023 tak akan seburuk yang dibayangkan.

Namun ia mengingatkan, ini bukan berarti prospek perekonomian 2023 langsung berbalik menjadi baik. Dengan demikian, kewaspadaan tetap harus dibangun.

Baca Juga: IMF: 2023 akan Menjadi Tahun yang Sulit bagi Ekonomi Global

Georgieva menyebut, salah satu hal yang membuat prospek perekonomian lebih cerah adalah pelonggaran kebijakan Nol Covid-19 di China.

"(Apa yang terjadi di China) memberikan prospek untuk mendorong pertumbuhan," tutur Georgieva saat pertemuan di World Economic Forum, belum lama ini.

Meski begitu, bak dua mata pisau, Georgieva cukup khawatir dengan bangkitnya ekonomi China justru membawa permasalahan baru, yaitu kembali naiknya inflasi.

Padahal selama beberapa waktu terakhir, kenaikan inflasi berhasil diredam dengan kebijakan suku bunga dari bank-bank sentral di seluruh dunia.

"Bagaimana bila kabar baik China tumbuh lebih cepat diterjemahkan menjadi harga minyak dan gas yang melonjak, sehingga memberi tekanan pada inflasi?" ungkapnya.

Baca Juga: Ramalan Terbaru IMF Soal Ekonomi Global, AS dan Jepang, Bagus atau Buruk?

Selain itu, Bos IMF ini juga mengingatkan bahwa perang Ukraina terus menjadi risiko luar biasa, terutama di Eropa.

Eropa bisa mengalami risiko peningkatan pengangguran, sehingga meningkatkan risiko kesulitan bagi masyarakat Eropa.

Ia menganalogikan, untuk masyarakat yang bekerja saja akan sulit bila menghadapi krisis biaya hidup. Apalagi, merkea yang tidak memiliki pekerjaan.

Lebih lanjut, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2023 tumbuh di kisaran 2,7% secara tahunan.

Georgieva memberi bocoran, IMF akan mengganti perkiraan pertumbuhan ekonomi ini dalam beberapa hari ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×