kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dicekal KPK, Emir Moeis mengaku terkejut


Selasa, 24 Juli 2012 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Nasabah memperlihatkan aplikasi layanan BCA Life Mobile Services saat peluncuran di Jakarta,


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis mengaku terkejut pencekalan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengaku tidak tahu soal pencekalan ini.

Sebab, Emir mengaku belum pernah diperiksa KPK. "Saya terkejut, belum pernah dipanggil oleh KPK, lantas dicegah," tutur Emir kepada KONTAN saat dihubungi pada Selasa (24/7).

Emir juga menjelaskan tidak tahu menahu mengenai proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan Lampung tahun 2004 itu. "Tahun 2004 saya duduk di Komisi IX DPR dan tidak ada pembahasan tentang energi. Tahun itu, saya juga belum masuk Badan Anggaran DPR," ucapnya.

Ketua Badan Anggaran DPR ini juga mengaku tidak pernah membahas anggaran proyek pembangunan PLTU ini. Namun demikian, Emir akan memberikan keterangan ke KPK bila suatu saat dipanggil.

Nama Emir Moeis selama ini kerap disebut-sebut dalam sejumlah kasus korupsi. Dia juga disebut terlibat dalam dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom.

Emir juga pernah dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap cek pelawat dan kasus dugaan korupsi pengadaan outsourcing Roll Out Customer Information Service Rencana Induk Sistem Informasi (CIS-RISI) di PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×