kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Demokrat: Kenaikan BBM pil pahit yang bikin sehat


Kamis, 22 Maret 2012 / 12:14 WIB
ILUSTRASI. Spesifikasi dan harga mobil bekas Mitsubishi Xpander per Maret 2021, kian terjangkau


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Edy Can

JAKARTA. Partai Demokrat mendukung langkah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Sutan Batoeghana mengatakan, kebijakan harus diambil pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian akibat gejolak harga minyak mentah dunia.

"Keputusan kenaikan BBM ini pahit tapi makan obat pahit yang dosisnya pasti maka ke depan akan sehat," ujarnya, Kamis (22/3).

Demokrat akan mendukung kebijakan menaikkan harga BBM kendati ada partai koalisi pemerintah yang menentang. Seperti diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga pendukung pemerintah menentang kebijakan tersebut. PKS sudah menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai sikap ini.

Sutan menilai, langkah PKS menyurati SBY sebagai sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh partai koalisi. Menurutnya, Partai Demokrat akan menyurati SBY untuk meminta partai yang tidak sepakat dengan kebijakan pemerintah ditendang dari koalisi. "Jika ada partai koalisi tidak sepaham maka tidak boleh berada dalam koalisi. Akan lebih bagus kalau oposisi berada di luar dari koalisi akan jadi oposisi tulen," ujar anggota Komisi VII DPR.

Seperti diketahui, pemerintah sudah mengusulkan kenaikan harga BBM subsidi per 1 April mendatang. Kebijakan ini untuk mengurangi beban subsidi akibat lonjakan harga minyak mentah dunia. Usulan ini sedang dibahas dengan DPR.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×