kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.823   4,00   0,02%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Delapan KEK bermasalah


Selasa, 01 Maret 2016 / 14:53 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Walaupun sudah ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) sejak 2014 lalu, namun banyak wilayah yang bermasalah. Pemerintah pun tak puas dengan perkembangan sejumlah KEK tersebut.

Ada delapan KEK yang belum sesuai harapan pemerintah. KEK itu adalah Sei Mangkei, Maloy, Tanjung Api-Api, Tanjung Lesung, Mandalika, Belitung, Morotai.

Franky Sibarani, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah dalam Rapat Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus yang digelar Selasa (1/3), rata-rata daerah tersebut belum siap menjadi KEK.

Untuk KEK Bitung misalnya, masalah kesiapan tersebut dipicu oleh lahan yang sampai saat ini belum jelas. "Faktor lahan ini memang masih harus kerja keras," katanya di Jakarta Selasa (1/3).

Franky mengatakan, dari total delapan KEK yang sudah ditetapkan berdasarkan evaluasi pemerintah juga, hanya tiga KEK yang dipandang siap menjadi KEK. Tiga wilayah itu adalah; Sei Mangkei, Tanjung Lesung dan Mandalika.

Meskipun siap, Franky mengatakan, pemerintah tetap juga harus memperbaiki ketiga KEK tersebut. Perbaikan tersebut, khususnya terkait dengan kelengkapaan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×