kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Defisit diperkirakan melebar, ini cara Kemenkeu menambalnya


Kamis, 24 Oktober 2019 / 06:15 WIB
Defisit diperkirakan melebar, ini cara Kemenkeu menambalnya

Reporter: Grace Olivia | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kemenkeu menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 144 Tahun 2019 tentang Perkiraan Defisit dan Tambahan Pembiayaan Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2019.  Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi perkiraan pelebaran defisit yang lebih tinggi dan pembiayaan defisit anggaran yang lebih besar pada tahun 2019. 

Baca Juga: Ekonomi tertekan, defisit APBN 2019 berpotensi makin lebar

Dalam beleid tersebut, Menteri Keuangan menyebut, tambahan pembiayaan defisit salah satunya dapat bersumber dari dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). 

“Dalam hal tambahan pembiayaan yang bersumber dari dana SAL, Direktur Jenderal Perbendaharaan melakukan pemindahbukuan dana SAL dari rekening Kas SAL ke Rekening Kas Umum Negara dalam rupiah,” seperti tertulis pada pasal 7 beleid tersebut. 

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto mengatakan, penggunaan SAL seperti yang dicantumkan dalam PMK tersebut bersifat kondisional apabila diperlukan.

Baca Juga: Lebih 80.000 pegawai Kementerian Keuangan sambut kembali Sri Mulyani

“Penggunaan SAL masih kondisional disesuaikan dengan kebutuhan belanja negara dan realisasi penerimaan negara. Pertimbangan penggunaan SAL adalah untuk meminimalkan biaya utang dan mengurangi  idle cash SILPA,” tutur Andin kepada Kontan.co.id, Rabu (23/10). 

Andin mengungkap, penggunaan SAL dalam rangka pembiayaan tahun 2019 sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2018 tentang APBN 2019 adalah sebesar Rp 15 triliun.

Dengan penggunaan SAL tersebut, Andin bilang, posisi SAL yang dijaga Kemenkeu masih dalam batas aman untuk buffer ataupun untuk kebutuhan awal tahun.

Baca Juga: Terbitkan PMK, Kemenkeu antisipasi pelebaran defisit APBN 2019

Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2018, posisi SAL pemerintah pada tahun lalu sebesar Rp 175,24 triliun atau naik Rp 36,89 triliun dibandingkan tahun 2017.

“Posisi SAL yang aman untuk kebutuhan kas adalah sekitar Rp 90 triliun,” pungkas Andin. 



Video Pilihan

TERBARU

×