Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat digitalisasi pemerintah daerah (Pemda) terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, sebanyak 518 dari total 546 Pemda telah mencapai tahap digitalisasi.
Gubernur BI, Destry Damayanti mengatakan, tingkat digitalisasi Pemda saat ini telah mencapai 94,9%. Menurutnya, digitalisasi Pemda menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi digital di Indonesia.
“Digitalisasi Pemda itu terus mengalami peningkatan, di mana saat ini sudah mencapai 94,9% atau 518 dari 546 Pemda yang telah mencapai tahap digitalisasi," ujar Destry dalam acara FEKDI dan IFSE 2026, Kamis (24/9/2026).
Destry mengatakan, peningkatan digitalisasi Pemda akan semakin mendukung efektivitas transaksi pemerintah dan pengelolaan ekonomi daerah. Selain itu, digitalisasi juga diharapkan dapat mendorong akselerasi perekonomian.
Baca Juga: Dana Pemda Rp 100 Triliun Mau Ditarik, Ekonom Ingatkan Jangan Asal Ambil
Menurut Destry, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.
Namun, di tengah perkembangan tersebut, Destry mengingatkan bahwa digitalisasi juga membawa risiko yang perlu diantisipasi. Semakin terhubungnya ekosistem digital membuat aspek literasi dan perlindungan konsumen menjadi semakin penting.
Destry mengatakan, BI akan terus mendukung berbagai program literasi yang dilakukan pemerintah maupun ekosistem terkait. Hal tersebut diperlukan agar perkembangan digitalisasi dapat berjalan beriringan dengan pemahaman masyarakat terhadap risiko yang muncul.
Baca Juga: Prabowo Soroti Dana Pemda yang Mengendap Rp195 Triliun di Perbankan ata
Di sisi lain, BI juga terus mendorong transformasi sistem pembayaran melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Salah satu sasaran kebijakan tersebut adalah mendorong inovasi dan memperluas layanan pembayaran digital.
Destry juga menyampaikan bahwa transaksi melalui Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) hingga Agustus 2026 telah mencapai 2,69 miliar transaksi, tumbuh 67,16% secara tahunan.
Kemudian, BI juga akan memperluas Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) melalui peningkatan merchant yang saat ini jumlahnya mencapai 46,11 juta atau meningkat 13,83% secara tahunan. Pengguna QRIS juga telah mencapai 69,32 juta atau tumbuh 20,26%.
Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Tahan BI-Rate di Level 5,75% pada September 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














