kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Darmin dan TPID rapat setiap bulan bahas inflasi


Jumat, 10 Februari 2017 / 12:17 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mulai bulan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setiap bulan. Pertemuan intens ini guna membahas persoalan-persoalan teknis inflasi.

Darmin mengatakan, pihaknya mencoba menelusuri apa saja faktor yang bisa mendorong berubahnya administered prices atau harga-harga yang diatur pemerintah, juga apa yang mendorong berubahnya volatile food. Pasalnya, harga BBM bersubsidi sampai cabai rawit besar pengaruhnya terhadap inflasi.

"Hari ini, kami bahas recana kerja pembahasan inflasi karena kita mau bikin rapat bulanan, kita bicarakan jadwalnya, rencana kerjanya, ada juga persoalan-persalan teknis inflasi," ucapnya saat meninggalkan Gedung Kemenko Perekonomian, Kamis malam (9/2).

Mendatang, rapat digelar tanggal 1, setelah data inflasi dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). 

Keputusan rapat bulanan ini diakui Darmin lantaran pada tahun 2017 ini tantangan inflasi lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.

"Karena kita merasa surprise pada awal bulan ini inflasi sudah 0,97%. Kalau sudah segitu kan berarti kita harus berhati-hati. Jangan sampai lewat 4% inflasi tahunannya," ujarnya. Dia juga ingin TPID cermat dan jeli melihat perkembangan harga-harga.

Sekadar mengingatkan, inflasi bulanan Januari tersebut bahkan lebih tinggi ketimbang kenaikan harga yang terjadi pada bulan puasa dan lebaran 2016, yang sebesar 0,67% dan 0,69%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×