kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Danantara Kucurkan Minimal US$ 100 Juta per Tahun untuk Danantara Trust


Kamis, 15 Oktober 2026 / 20:05 WIB
Danantara Kucurkan Minimal US$ 100 Juta per Tahun untuk Danantara Trust
ILUSTRASI. Danantara Kucurkan Minimal US$ 100 Juta per Tahun untuk Danantara Trust (KONTAN/Hervin Jumar)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara berkomitmen mengucurkan pendanaan minimal US$ 100 juta setiap tahun kepada Danantara Trust untuk mendukung program filantropi di sektor kesehatan, pendidikan, budaya, serta air bersih dan sanitasi.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan komitmen pendanaan tersebut menjadi dukungan bagi Danantara Trust dalam menjalankan berbagai program sosial yang berdampak luas bagi masyarakat. 

Ia juga berharap pendanaan dapat berasal dari para filantropis dan donatur lain, sehingga dukungan terhadap program-program tersebut tidak hanya bergantung pada Danantara.

“Kami di Danantara berkomitmen untuk setiap tahunnya minimum memberikan pendanaan 100 juta dolar kepada Danantara Trust. Itu adalah komitmen kami,” ujar Rosan dalam acara peringatan satu tahun Danantara Indonesia Trust di Kantor Danantara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Danantara Berpeluang Dapat Suntikan Modal APBN untuk Investasi Nasional

Rosan menjelaskan, pembentukan Danantara Trust berangkat dari upaya mendorong filantropi di Indonesia agar mampu memberikan manfaat lebih luas. 

Gagasan tersebut muncul saat ia diskusi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengenai cara memperkuat kontribusi filantropi bagi masyarakat.

Salah satu program yang dijalankan adalah dukungan bagi 1.343 calon dokter spesialis. Bantuan tersebut tidak hanya mencakup biaya pendidikan, tetapi juga biaya hidup selama masa pendidikan, mengingat peserta pendidikan dokter spesialis memiliki keterbatasan untuk bekerja atau menjalankan praktik.

Rosan berharap para penerima bantuan dapat menyelesaikan pendidikan dalam waktu tiga hingga enam tahun melalui kerja sama dengan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menyebut dukungan Danantara Trust mencakup pendanaan Rp 200 miliar untuk program vaksinasi human papillomavirus (HPV) dan Rp 600 miliar untuk beasiswa pendidikan dokter spesialis.

Budi mengapresiasi pendanaan vaksinasi HPV karena dinilai dapat mempercepat pencegahan kanker serviks, yang menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi pada perempuan Indonesia.

“Rp200 miliar itu masuk terutama untuk vaksinasi HPV. Ini mencegah kanker serviks, itu pembunuh nomor dua kanker untuk wanita Indonesia, ya. Mendekati 30.000 per tahun,” ujar Budi di kesempatan yang sama. 

Baca Juga: Blak-Blakan, Rosan Sebut Sejumlah BUMN Bakal IPO pada 2027, Ini Bocorannya

Ia optimis dukungan tersebut dapat mempercepat pelaksanaan program vaksinasi HPV yang sebelumnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga 15 tahun karena keterbatasan anggaran.

“Kalau diimunisasi HPV, bisa mencegah tidak terkena kanker serviks. Jadi bayangkan kan dampaknya besar sekali, programnya harusnya 15 tahun karena uangnya kurang gitu. Dengan adanya bantuan dari Danantara Trust ini, kita pengin percepat, siapa tahu bisa 10 tahun sampai 5 tahun. Bayangkan 30.000 per tahun kita bisa selamatkan,” terangnya.

Selain vaksinasi HPV, pendanaan Rp 600 miliar dialokasikan untuk beasiswa pendidikan dokter spesialis, terutama bidang yang menangani penyakit dengan tingkat kematian tinggi, seperti stroke dan penyakit jantung.

Budi menambahkan, beasiswa dokter spesialis juga diharapkan membantu mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis, termasuk di wilayah terpencil seperti Nias dan Papua Pegunungan. 

Penerima beasiswa dari daerah tersebut, kata Budi, diharapkan kembali bertugas di wilayah asalnya setelah menyelesaikan pendidikan.

Baca Juga: Dony Oskaria Jelaskan Rencana Danantara Kelola Keuntungannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×