kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Dampak Pilkada ke Ekonomi Tak Sebesar Pemilu, Namun Menggerakkan Sektor UMKM


Senin, 16 September 2024 / 13:16 WIB
Dampak Pilkada ke Ekonomi Tak Sebesar Pemilu, Namun Menggerakkan Sektor UMKM
ILUSTRASI. Dampak gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak terhadap pertumbuhan ekonomi dinilai tak sebesar pemilu.ANTARA FOTO/Moch Asim/YU


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dampak gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak dinilai tak sebesar pemilihan umum (pemilu) terhadap pertumbuhan ekonomi. Meski begitu, pilkada dinilai bisa menggerakan sektor UMKM.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, dampak pilkada yang akan berlangsung pada akhir November 2024 akan sekitar 0,01%-0,03% terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Dampak ini jauh lebih kecil dibandingkan efek pemilu serentak pilpres dan DPR RI,” tutur Bhima kepada Kontan, Senin (16/9).

Baca Juga: Pilkada Diulang Bila Kotak Kosong Menang, Ini Jadwal Pilkada 2024

Bhima menambahkan, meski efek ke pilkada lebih kecil dari pilpres awal tahun ini, tapi dampak pilkada di daerah cukup menggerakkan UMKM.

Misalnya kampanye ke pasar-pasar tradisional, dan panggung budaya, yang diperkirakan akan memberikan stimulus tambahan di tengah melambatnya konsumsi masyarakat menengah kebawah.

Disamping itu, beberapa lapangan usaha yang terdampak positif dari pilkada adalah transportasi, akomodasi, percetakan, panggung budaya atau hiburan dan makanan minuman.

Baca Juga: Bakal Cagub Jakarta, Ridwan Kamil Berencana Temui Anies dan Ahok

“Pemesanan baliho dan spanduk meski era digital sebagian masih memesan ke percetakan. Jadi tahun 2024 ini tahun panennya sektor percetakan dan pemasangan baliho,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bhima memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir tahun akan di kisaran 4,9% hingga 5% year on year (yoy), lebih rendah dari target pemerintah yakni 5,2%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×