kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dahlan Iskan minta maaf secara terbuka kepada DPR


Kamis, 13 Desember 2012 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan perkembangan PPKM, Senin (6/9/2021).


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengungkapkan permintaan maafnya kepada para anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat yang namanya sempat dituding melakukan pemerasan. Permintaan maaf itu disampaikan Dahlan dalam rapat kerja pengambilan keputusan privatisasi PT Semen Baturaja melalui initial public offering (IPO) dengan Komisi XI DPR.

Dahlan menyampaikan penyesalannya lantaran sempat salah mengidentifikasi dan menyebut nama anggota Komisi XI DPR. Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara ini bilang, permintaan maaf yang disampaikannya kepada anggota Komisi XI yang namanya sempat disebut, pasti tidak akan cukup.

Karena itu, kata Dahlan, dirinya akan melakukan sesuatu yang dapat dianggap sebagai lebih dari perbuatan meminta maaf. "Minta maaf saja tidak cukup. Saya akan melakukan sesuatu yang saya anggap lebih dari minta maaf," ungkap Dahlan di seluruh peserta rapat di ruang Komisi XI, Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/12).

Meski begitu, Dahlan enggan mengemukakan tindakan apa yang akan dilakukannya sebagai bentuk permintaan maaf itu. Menurut Dahlan, hal tersebut tidak akan dikemukakan di hadapan umum dan juga khalayak luas."Rasanya tidak akan dikemukakan di sini. Saya kira ini tanggungjawab saya sebagai pribadi," tandas Dahlan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×