kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

CSIS: Masyarakat tak masalah jika Jokowi nyapres


Senin, 02 Desember 2013 / 11:10 WIB
CSIS: Masyarakat tak masalah jika Jokowi nyapres
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo Sebut Ada Ancaman Terhadap Stabilitas Keuangan Global dari Aset kripto. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/aww.


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Banyak pihak meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyelesaikan tugasnya di ibu kota sebelum mencalonkan diri sebagai presiden. Tetapi hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperlihatkan mayoritas publik tidak mempermasalahkan Jokowi menjadi capres meskipun masih menjabat sebagai Gubernur DKI.

"Ini refleksi masyarakat, bahwa mereka menyampaikan itu buat masyarakat tidak masalah capres meski menjabat gubernur," kata Peneliti CSIS, Philips J Vermonte di Kantor CSIS, Jakarta, Minggu (1/12/2013).

Survei lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) dilakukan di 33 provinsi pada tanggal 13 hingga 20 November 2013. Jumlah sampel 1.180 responden dengan margin of error 2,85 persen pada confidence level 95 persen.

Hasilnya selama bulan November 2013 sebanyak 60,3 persen responden setuju Jokowi menjadi calon presiden. Kemudian sebanyak 22,6 persen tidak setuju dan sisanya 17,1 persen tidak tahu.

Philips mengatakan bila PDI Perjuangan mengusung Jokowi sebelum pemilu legislatif maka hasil yang dicapai partai berlambang banteng itu akan efektif.

"Ini efektif menambah kursi di DPR, tapi ini bukan kampanye untuk Jokowi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×