kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Covid-19 buat konsumen semakin khawatir akan kondisi perekonomian terkini


Selasa, 04 Agustus 2020 / 17:50 WIB
Covid-19 buat konsumen semakin khawatir akan kondisi perekonomian terkini
ILUSTRASI. Warga memlih makanan dan minuman saat berbelanja di Pasar Swalayan di Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Konsumen nampak semakin pesimistis terhadap kondisi perekonomian terkini. Berdasarkan riset Danareksa Research Institute (DRI), ini terlihat dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini turun 2,4% mont to month (mom) ke 35,9.

"Konsumen memberikan pandangan yang semakin negatif terhadap kondisi perekonomian terkini, khususnya kondisi lapangan pekerjaan," kata Head of Economic Research DRI Moekti P. Soejachmoen dalam keterangan resmi terkait optimisme konsumen yang diterima Kontan.co.id, Selasa (4/8).

Baca Juga: Survei Konsumen DRI: Konsumen semakin pesimistis pada Juli 2020

Pesimistis konsumen tersebut disebabkan masih merebaknya Covid-19 di Indonesia meski Indonesia telah memasuki paruh kedua tahun ini. Sebanyak 44,78% konsumen merasa khawatir terhadap perkembangan Covid-19 dan ini meningkat dari 41,2% pada bulan Juni 2020.

57,31% konsumen khawatir kalau kelangkaan pekerjaan terjadi akibat pandemi ini. Ini mengingat dari 55,36% di bulan Juni 2020. Sebanyak 46,11% konsumen merasa khawatir akan peningkatan harga makanan dan ini meningkat dari 44,23% pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Tumbuhkan wirausaha baru di sektor IKM, Kemenperin laksanakan kembali Santriprenuer

Sejalan dengan hal itu, 20,59% konsumen juga khawatir terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan disebabkan oleh pandemi ini. Sebanyak 14,97% konsumen juga merasa khawatir akan berkurangnya industri pengolahan.

Lebih lanjut, survei lembaga tersebut juga menunjukkan kalau proporsi konsumen yang menilai kondisi saat ini buruk meningkat dari 76,8% menjadi 77,7%.

Sementara itu, sebanyak 17,1% konsumen masih yakin kalau kondisi perekonomian saat ini normal. Kemudian, proporsi konsumen yang menyatakan kalau kondisi saat ini baik meningkat dari 41,% menjadi 4,7%.

Dengan perkembangan IKE saat ini, mempengaruhi Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada bulan lalu untuk bergerak ke level pesimistis. IKK tercatat sebesar 71,4 alias menurun 1,8% mom dari bulan sebelumnya yang sebesar 72,6.

Baca Juga: Kadin proyeksikan PMI manufaktur Indonesia sulit tembus angka 50,0 di kuartal III

"IKK masih menurun meskipun pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah mulai dilonggarkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan dampak Covid-19 sangat masif karena IKK turun terus bahkan dari April 2020," tandas Moekti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×