kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Core: Neraca perdagangan tahun 2020 bisa cetak surplus


Jumat, 17 Januari 2020 / 21:06 WIB
Core: Neraca perdagangan tahun 2020 bisa cetak surplus
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut

Reporter: Umar Tusin | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menyatakan, neraca perdagangan Indonesia diprediksi akan mengalami surplus.

Menurut Eric, neraca perdagangan Indonesia secara umum dari tahun ke tahun mengalami surplus, kecuali pada tahun 2018 dan tahun 2019 yang disebabkan karena jatuhnya harga komoditas.

“Kalau harga komoditas membaik maka neraca perdagangan akan membaik, bahkan bisa mencapai surplus,” ujar Piter kepada Kontan.co.id, Jumat (17/1).

Beberapa komoditas yang diprediksi akan membaik pada tahun ini adalah crude palm oil (CPO), nikel, dan karet.

Eric menambahkan, harga komoditas bisa membaik karena diperkuat dengan kebijakan menahan laju impor seperti kebijakan B30. Meski begitu, Eric belum bisa memberikan secara rinci berapa surplus yang akan didapat karena masih banyak faktor yang mempengaruhi ke depannya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo berharap neraca dagang pada tahun 2020 mencetak surplus karena defisit neraca dagang pada tahun 2019 yang mengecil. Dengan neraca dagang yang diharapkan membaik, hal ini kekuatan current account deficit (CAD).

Tercatat pada Badan Pusat Statistik (BPS), defisit neraca dagang Indonesia pada bulan Desember 2019 sebesar US$ 28,2 juta. Angka ini turun dari Desember 2018 yang mencapai US$ 1,07 miliar.

Sementara itu, sepanjang 2019 defisit neraca dagang Indonesia tercatat US$ 3,19 miliar atau turun dari tahun 2018 yang sebanyak US$ 8,69 miliar.




TERBARU

Close [X]
×