Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Puncak menara ikonik Makkah Clock Tower di kawasan Abraj Al Bait memancarkan sinar hijau terang bersamaan dengan berkumandangnya azan Maghrib di Kota Makkah, Arab Saudi.
Cahaya hijau yang membelah langit senja itu menjadi penanda resmi dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah, yakni 1 Zulhijjah 1447 H atau pada Minggu (17/5/2026) malam Waktu Arab Saudi.
Momentum tersebut menjadi sinyal penting bahwa rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) semakin dekat.
Adapun Pemerintah Arab Saudi secara rutin memanfaatkan sistem pencahayaan di menara jam tertinggi di dunia itu sebagai sarana informasi publik. Setiap memasuki bulan baru Hijriah, lampu hijau di bagian puncak menara akan menyala tepat saat Maghrib.
Baca Juga: UMKM Menyumbang 61% PDB, Penerimaan Pajak Cuma Rp 13,5 Triliun, Ini Sebabnya
Pancaran cahaya itu tampak semakin mencolok saat langit Makkah mulai gelap, menciptakan panorama khas yang kerap menyita perhatian jemaah dari berbagai negara.
Bagi ratusan ribu jemaah yang baru menunaikan salat berjamaah, pemandangan tersebut bukan sekadar atraksi visual, melainkan pengingat penuh makna bahwa tahapan paling krusial dalam pelaksanaan rukun Islam kelima telah di depan mata.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umroh Maria Assegaff membeberkan, rangkaian puncak ibadah haji akan dimulai pada 8 Zulhijjah 1447 Hijriah atau bertepatan dengan Senin, 25 Mei 2026, saat jemaah mulai bergerak dari Kota Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.
Menjelang fase puncak haji, pemerintah juga mengimbau jemaah untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi aktivitas fisik yang tidak perlu, dan mematuhi arahan petugas.
“Kami mengingatkan agar selalu berkoordinasi dengan ketua regu, ketua rombongan, petugas kesehatan, dan bahkan juga petugas sektor. Jangan sungkan untuk meminta bantuan kepada petugas kami,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Hitung Dana MBG dan Kopdes Bisa Putar Ekonomi Desa Rp 10,8 Miliar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













