kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Cadangan devisa rentan


Jumat, 08 Januari 2016 / 11:35 WIB
Cadangan devisa rentan


Reporter: Adinda Ade Mustami, Amailia Putri Hasniawati | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kebijakan Bank Sentral China atawa People's Bank of China (PBOC) yang kembali mendevaluasi atau melemahkan mata uang yuan membuat Bank Indonesia ketar-ketir.

Sebab kebijakan itu akan berimbas ke pasar domestik melalui pelemahan rupiah dan penurunan ekspor.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, berdasarkan kurs tengah BI kemarin (7/1), turun 0,5% ke level Rp 13.946.

BI berjanji menjaga stabilitas rupiah.

Salah satu amunisi BI untuk meredam gejolak rupiah, kata Juda Agung, Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, adalah memperkuat cadangan devisa.

Persoalannya beredar kabar, cadangan devisa Indonesia kini cuma US$ 97 miliar.

"Tunggu besok (hari ini)," kata Juda, kemarin.        

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×