kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cadangan devisa menanjak di Februari


Kamis, 06 Maret 2014 / 17:57 WIB
ILUSTRASI. Ferdy Sambo, terdakwa pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), berjalan untuk mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memastikan, cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Januari.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyatakan, peningkatan tersebut disebabkan tingginya angka dana asing atau capital inflow yang masuk ke Indonesia. Dana panas yang masuk dua bulan terakhir ini melebihi keseluruhan dana asing yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun lalu.

"Dana asing Indonesia dari luar negeri sampai dengan akhir Februari secara year to date lebih besar dibandingkan inflow sepanjang tahun 2013. Sepanjang 2013, arus masuk bersih total Rp 28 triliun. Sekarang selama dua bulan sudah lebih besar, yaitu net Rp 36 triliun," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (6/3).

Nilai tersebut, menurut Agus merupakan nilai gabungan termasuk dari surat utang negara (SUN) dan juga saham. Nah, tingginya dana asing selama dua bulan di awal tahun 2014 ini, tentu berpengaruh terhadap cadangan devisa Indonesia.

Mantan Menteri Keuangan ini belum dapat menyebutkan angka pasti cadangan devisa Indonesia per Februari 2014. Namun Agus memberi petunjuk, nilanya di atas US$ 102 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×