kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.002,32   0,58   0.06%
  • EMAS979.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Cadangan Beras Pemerintah Belum Terpenuhi, Dirut Bulog Sebut Penyebabnya


Rabu, 23 November 2022 / 19:06 WIB
Cadangan Beras Pemerintah Belum Terpenuhi, Dirut Bulog Sebut Penyebabnya
ILUSTRASI. Cadangan beras pemerintah (CBP) semakin menipis. Bulog menyebut, saat ini stok CBP tersisa 426.573 ton.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Cadangan beras pemerintah (CBP) semakin menipis. Bulog menyebut, saat ini stok CBP tersisa 426.573 ton.

Bulog mendapat tugas untuk meningkatkan stok cadangan beras pemerintah hingga menjadi 1,2 juta ton hingga akhir tahun ini. Beragam skema digunakan untuk memenuhi CBP.

Namun dari skema normal, kemudian fleksibilitas hingga komersial, stok CBP masih belum mencapai target.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengatakan, sebelumnya Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut ada surplus lebih dari 6 juta ton. Kementan pun menjanjikan 1 juta ton beras bisa dibeli Bulog dengan harga komersial.

Namun, barang yang dimaksud sampai sekarang tidak ada di lapangan. Buwas menegaskan, Bulog bukan berarti tidak ingin membeli beras petani, namun memang kondisi di lapangan barang beras atau gabah tidak ada. Dalam artian stok beras di lapangan tidak seperti yang diklaim Kementan.

"Bukannya kami tidak mau (menyerap), tapi memang jumlahnya tidak tercapai. Tidak ada barangnya," tegasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11).

Baca Juga: Skema Komersial akan Dimaksimalkan untuk Pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)

Ia menambahkan, komitmen Kementan tersebut disampaikan saat rakortas pada awal November lalu. Bulog menyanggupi untuk membeli satu juta ton beras tersebut, bahkan anggaran telah disiapkan.

"Bahkan 1 juta ton pun kami siapkan anggarannya walaupun anggarannya utang. Itu sebagai bukti bahwa Bulog siap menyerap dalam negeri," tegasnya.

Buwas mengatakan, pihaknya juga sudah mencoba pendekatan ke pengusaha beras besar untuk penuhi CBP.

"Mereka juga tidak bersedia kepada kita dengan harga komersial karena mereka harus jaga suplainya untuk pasar mereka. Ini fakta di lapangan seperti itu, bukan kita tidak berpihak kepada petani, justru saya sangat berpihak kepada petani," ujarnya.

Sampai hari ini Bulog juga masih menyerap beras/gabah di seluruh wilayah Indonesia, meski jumlahnya kecil.

"Bahkan prediksi kami Januari itu belum ada panen dengan anomali cuaca sekarang dipertimbangkan. Jadi kita jangan menganggap ini enteng karena ini rawan sekali karena masalah perut dan mendasar. Jadi saya nggak tau kalau ada yang mengatakan pasti ada dan aman," kata Buwas.

Baca Juga: Tingkatkan Penyerapan Beras, Bulog Janji Maksimalkan Seluruh Jaringan yang Ada

Selanjutnya: Puluhan Triliun Uang yang Masuk Indonesia Diduga Tak Terlapor dalam Bea Cukai

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×