kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BUMN bukan sapi perah


Kamis, 25 Oktober 2012 / 07:39 WIB
ILUSTRASI. Promo Botox Treatment Natasha


Reporter: Fahriyadi | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Keberadaan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi sapi perahan oknum legislator di Senayan sudah menjadi rahasia umum. Lantaran BUMN sering dimintai jatah tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengadu ke Sekretariat Kabinet (Setkab).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam pun merespons dengan menerbitkan Surat Edaran No.542 /Seskab/IX/2012 tertanggal 28 September lalu.  Seskab memerintahkan seluruh jajaran direksi BUMN untuk menolak dijadikan sapi perahan oleh sejumlah oknum anggota DPR.

"Menolak bila ada oknum DPR minta-minta jatah dalam persetujuan  pencairan penyertaan modal negara," kata Dipo, Rabu (24/10). Dipo juga mengajak menteri dan pimpinan lembaga mengawal penggunaan anggaran negara.

Nova Riyanti Yusuf, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat menyambut baik imbauan Seskab tersebut. "Sudah seharusnya BUMN tegas dan berani menolak intimidasi dari oknum DPR," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×