CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

British Chamber harap Omnibus Law bisa hilangan banyak ketidakpastian


Senin, 17 Februari 2020 / 22:09 WIB
ILUSTRASI. BritCham menilai RUU Omnibus Law atau Cipta Lapangan Kerja bisa menghilangkan ketidakpastian berbisnis . KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. British Chamber of Commerce Indonesia (BritCham) menilai Rancangan Undang-Undang Omnibus Law atau Cipta Lapangan Kerja bisa menghilangkan ketidakpastian berbisnis yang telah terjadi beberapa dekade lalu. 

Executive Director, British Chamber of Commerce, Indonesia, Chris Wren menjelaskan British Charmber menerima dengan terbuka penerapan RUU Omibus Law. 

Baca Juga: Omnibus law bisa jadi angin segar untuk investor asing, tapi..

"Pemerintah Indonesia telah mengakui adanya inkonsistensi (dalam investasi) yang menciptakan ketidakpastian hukum yang telah terjadi cukup lama," jelasnya kepada Kontan.co.id, Senin (17/2). 

Chris menyatakan kebijakan tersebut akan menghilangkan banyak ketidakpastian yang akan menyederhanakan kebijakan lingkungan. Tentu perubahan ini diperlukan untuk meningkatkan daya saing Indonesia terhadap negara tetangga. 

Adapun implementasi Omnibus Law dinilai Chris dilaksanakan di waktu yang tepat mengingat adanya wabah virus corona atau COVID-2019. Menurutnya adanya penyebaran wabah tersebut  membuat bisnis harus mempertimbangkan negara lain untuk berinvestasi. 

Baca Juga: Pembentukan BUMN khusus pengelola migas dapat mempercepat target produksi nasional

Chris berharap pemerintah Indonesia bisa menemukan pesan yang tepat sehingga masyarakat dapat lebih menghargai manfaat kebijakan ini. "Lebih banyak investasi asing akan menciptakan persaingan yang lebih sehat dan lapangan pekerjaan yang nyata," jelasnya. 

Chris bilang buktinya bisa dilihat dari performa perusahaan Inggris yang sudah  berdomisili di Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×