kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45988,75   -13,63   -1.36%
  • EMAS948.000 -0,84%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

BRG dorong edukasi lingkungan lewat lembaga keagamaan


Selasa, 24 November 2020 / 14:15 WIB
BRG dorong edukasi lingkungan lewat lembaga keagamaan
ILUSTRASI. Pertanian di lahan gambut juga bisa hasilkan nanas kualitas ekspor.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Restorasi Gambut (BRG) mengajak para pemuka agama untuk memaksimalkan peran masjid untuk memberi edukasi dan mengubah perilaku masyarakat. 

Dalam keterangan tertulisnya, BRG menilai upaya untuk merestorasi gambut perlu kerja sama semua pihak, termasuk tokoh agama dan pengurus masjid. "Kerusakan ini akibat perbuatan kita semua," ucap Deputi Bidang Edukasi, Sosialisasi, Partisipasi, dan Kemitraan BRG, Myrna Safitri saat pembukaan kegiatan Sosialisasi Masjid Peduli Gambut di Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau. 

Myrna mengatakan, pembakaran lahan gambut kerap dilakukan karena dianggap murah. "BRG bersama petani telah kembangkan pertanian ramah lingkungan, tanpa bakar di lahan gambut sebagai salah satu solusi permanen pencegahan kebakaran," ujar Myrna. 

Baca Juga: Di tahun depan, Austindo Nusantara (ANJT) bakal genjot bisnis sagu dan edamame

BRG telah menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2017. Kerja sama ini diwujudkan dengan pelatihan untuk para dai, ustaz, guru agama, di kampung-kampung mengenai program Dai Peduli Gambut. Selanjutnya dilakukan pengenalan eco-masjid di desa-desa gambut. 

Kepala Desa Temeran, Arifin menyambut baik kegiatan yang digagas BRG. Desanya juga mendapat dana bantuan dari BRG untuk pembuatan demplot pertanian tanpa bakar, Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG), dan bantuan ekonomi untuk kelompok masyarakat (pokmas). 

Arifin mengatakan, saat ini kegiatan pokmas yaitu program penanaman nanas dilakukan di lahan seluas 10 hektare. "Saat ini akan menjalani panen pertama," ucap Arifin. 

Selain nanas, Arifin juga melakukan penanaman gerunggang dilakukan di lahan restorasi seluas 25 hektare. Kegiatan ini membantu proses penanganan kebakaran lahan. "Warga melakukan untuk penanaman nanas pada sore hari untuk peningkatan ekonomi masyarakat," kata dia. 

Selanjutnya: Cisadane Sawit Raya (CSRA) hitung ulang target penyelesaian pabrik di Sumatra Utara

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 7 Financial Modeling Fundamental

[X]
×