kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BPS masih kesulitan himpun data e-commerce


Senin, 26 November 2018 / 12:46 WIB
BPS masih kesulitan himpun data e-commerce
ILUSTRASI. Ilustrasi belanja online


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) masih alami kesulitan untuk menghimpun data e-commerce. "Data e-commerce masih kesulitan meningkatkan partisipasi pelaku," ujar Kepala BPS Suhariyanto usai memberikan sambutan dalam rapat koordinasi Satu Data Indonesia (SDI) menuju revolusi industri 4.0, Senin (26/11).

Suhariyanto bilang kesulitan serupa juga dialami oleh negara lain selain Indonesia. Pasalnya e-commerce merupakan hal yang baru di industri. Sudah banyak pelaku usaha e-commerce yang memberikan data pada BPS. Namun, kebanyakan data tersebut berasal dari pelaku usaha kecil.

"Data dari pelaku utama kami rasa masih kurang," terang Suhariyanto. Oleh karena itu, ke depan, Suhariyanto bilang masih perlu duduk bersama dengan pelaku usaha e-commerce. Hal itu untuk menunjukkan kegunaan data dalam memberikan gambaran besar perkembangan industri e-commerce.

Saat ini BPS baru dapat menyajikan data besar dari e-commerce. Data tersebut antara lain seperti komoditas yang paling banyak dibeli melalui transaksi elektronik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×