Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartalan atau quarter to quarter (qtq) melambat pada kuartal III 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi nasional hanya tumbuh 1,59% qtq, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II 2026 yang mencapai 3,73% qtq.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M Edy Mahmud mengatakan, perlambatan tersebut belum cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa perekonomian nasional mulai mengalami pelemahan pada paruh kedua tahun ini.
Pasalnya, secara historis periode tersebut memang menunjukkan momentum aktivitas ekonomi tidak sekuat kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Melejit, Menko Airlangga: Ada Peran MBG dan KDMP!
Menurut Edy, capaian tersebut juga perlu dilihat dengan mempertimbangkan faktor musiman, mengingat pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 relatif tinggi karena ditopang sejumlah momentum, seperti perayaan Idul Fitri dan libur sekolah.
"Jadi, capaian kuartal III secara qtq memang menunjukkan perlambatan momentum pertumbuhan ekonomi, tetapi belum cukup kuat untuk menyimpulkan terjadinya pelemahan ekonomi," ujar Edy dalam konferensi pers, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, tingginya pertumbuhan pada kuartal II 2026 turut menciptakan efek basis (base effect) sehingga pertumbuhan pada kuartal III terlihat lebih rendah secara kuartalan.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Indonesia secara tahunan justru menunjukkan peningkatan. BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2026 mencapai 5,47% yoy, lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2026 yang sebesar 5,29% yoy.
Bahkan, pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 5,04% yoy.
Edy menyebut aktivitas ekonomi nasional secara keseluruhan masih berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi tahunan yang terus meningkat dan belum menunjukkan indikasi pelemahan secara nyata.
"Artinya, secara keseluruhan secara tahunan kapasitas ekonomi masih menunjukkan ekspansi dan belum memperlihatkan pelemahan yang nyata," jelasnya.
Baca Juga: Baleg: UU SDI Tak Lakukan Kooptasi hingga Aturan Pengenaan Sanksi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
