kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BPS Catat Impor Agustus 2024 Sebesar US$ 20,67 Miliar


Selasa, 17 September 2024 / 11:36 WIB
BPS Catat Impor Agustus 2024 Sebesar US$ 20,67 Miliar
ILUSTRASI. BPS mencatat, impor pada Agustus 2024 mencapai US$ 20,67 miliar atau turun 4,93% dibanding Juli 2024. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Impor Indonesia pada Agustus 2024 mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, impor pada Agustus 2024 mencapai US$ 20,67 miliar atau turun 4,93% month on month (mom) jika dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 21,74 miliar.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan bahwa nilai impor minyak dan gas (migas) pada periode tersebut mencapai US$ 2,65 miliar, atau turun 25,56% MoM jika dibandingkan Juli 2024.

Baca Juga: BPS Catat Ekspor Agustus 2024 Naik 5,97% Menjadi US$ 23,56 Miliar

Sementara nilai impor nonmigas mencapai US$ 18,02 miliar, atau turun 0,89% MoM jika dibandingkan bulan sebelumnya.

"Penurunan nilai impor secara bulanan ini disebabkan oleh penurunan nilai impor migas dengan andil sebesar -4,18%, sementara andil penurunan nilai impor non migas sebesar -0,75%, " kata Pudji dalam konferensi pers, Selasa (17/9).

Meski begitu, Pudji melihat impor Agustus 2024 yang mencapai US$ 20,67 miliar justru meningkat 9,46% year on year (YoY) atau secara tahunan dibandingkan Agustus 2023.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Agustus 2024 Diproyeksi Catat Surplus hingga US$ 2,38 Miliar

Dia menambahkan, nilai impor migas mengalami penurunan 0,51% secara tahunan yang disebabkan oleh penurunan rata-rata harga agregat.

Sementara itu untuk non migas nilainya naik sebesar 11,09% secara tahunan dengan komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas biji logam perak dan abu yang meningkat 126,92%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×