kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BPJT usul proyek tol ditawarkan dalam KTT OBOR


Minggu, 07 Mei 2017 / 22:58 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) meminta pemerintah memasukkan pembangunan beberapa ruas jalan tol ke dalam proyek yang akan ditawarkan pemerintah untuk didanai investasi Program Pengembangan Jalur Sutra China (One Belt One Road).

Kepala BPJT, Hery TZ mengatakan, tol tersebut antara lain Padang-Pekanbaru, Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat dan Bandah Aceh-Sigli.

Selain itu, mereka juga mengusulkan proyek tol Pekanbaru-Dumai dan Samarinda-Bontang. Pengajuan usulan tersebut disampaikan karena dukungan pendanaan untuk porsi yang dikerjakan pemerintah sampai saat ini belum dianggarkan. "Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat saja dukungannya 50 kilometer," katanya, Minggu (7/5).

Pemerintah akan jor-joran  mengejar investasi infrastruktur dari China. Upaya tersebut mereka akan lakukan dalam pelaksanaan KTT One Belt, One Road (OBOR), yang diinisiasi China untuk mewujudkan jalur sutra era modern di China pertengahan bulan ini. Presiden Jokowi dijadwalkan akan hadir dalam forum tersebut.

Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan daftar proyek yang akan ditawarkan dalam pertemuan tersebut. "Saya belum bisa jelaskan apa saja yang akan ditawarkan, poinnya minggu ini disiapkan, dan ini tidak utang, karena kalau utang akan panjang rentetannya," katanya di Komplek Istana Negara, akhir pekan ini.

Thomas Lembong, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan, potensi investasi yang bisa diharapkan dari KTT OBOR cukup besar. Potensi tersebut bisa dilihat dari program atau investasi senilai US$ 55 miliar yang sudah diambil Pakistan dan US$ 30 miliar yang sudah didapat Malaysia.

Thomas mengatakan, jumlah investasi yang didapat kedua negara tersebut mencapai enam dan sepuluh kali lipat dari Indonesia. Pasalnya, Indonesia baru mendapatkan investasi US$ 5 miliar saja dari inisiatif tersebut. "Jadi memang ketinggalan jauh sekali," katanya.

Thomas mengatakan, persiapan mengenai daftar proyek yang akan ditawarkan tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi tingkat menko. Dia sedikit membuka, kemungkinan proyek yang ditawarkan berupa infrastruktur transportasi dan perhubungan, seperti tol, kereta api maupun pelabuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×