kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BPH Migas kini punya Johan Budi


Selasa, 12 Februari 2013 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Karyawan memindai barcode melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (22/9). /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/09/2021.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Istilah juru bicara atau jubir di sebuah instansi ternyata masih kurang terkenal dibandingkan nama juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi. Nama Johan Budi pun kini dipakai untuk mendeskripsikan profesi juru bicara institusi pemerintah. Setidaknya hal ini lah yang dilakukan oleh Ketua BPH Migas Andy Noorsaman Someng seusai menggelar rapat dengan Komisi VII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

"Eh iya kita punya Johan Budi sekarang. Kalau tanya-tanya sama dia," kata Andy kepada wartawan yang mencegatnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat Selasa (12/2).

Tingkah Andy itu sempat membuat awak media bingung mencari sosok jubir KPK di Gedung Nusantara I DPR RI. Namun baru diketahui ternyata sosok Johan Budi yang dimaksudkan adalah Dedi Wijaya yang kini sudah ditunjuk sebagai juru bicara BPH Migas. Menurutnya dengan adanya posisi jubir maka awak media bisa menanyakan segala sesuatunya pada yang bersangkutan.

Usut punya usut ternyata penunjukan jubir itu dilakukan pasca adanya insiden somasi yang dilayangkan PT Pertamina (Persero) terhadap Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto terkait kasus dugaan penyelundupan solar di perairan Batam. Bahkan uniknya sebelum meninggalkan kompleks parlemen orang nomor satu di BPH Migas itu berulang kali mengingatkan Djoko yang sedang diwawancarai wartawan agar berhati-hati dalam mengeluarkan statement.

"Awas Jok jangan sampai salah bicara. Nanti kena somasi lagi," seloroh Andy sebelum menutup pintu mobilnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×