kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.909   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.142   19,99   0,33%
  • KOMPAS100 797   3,23   0,41%
  • LQ45 609   1,15   0,19%
  • ISSI 214   1,76   0,83%
  • IDX30 337   0,12   0,04%
  • IDXHIDIV20 429   2,35   0,55%
  • IDX80 91   0,35   0,39%
  • IDXV30 116   1,02   0,89%
  • IDXQ30 110   0,35   0,32%

Bonus Demografi Bisa Jadi Beban Jika Lapangan Kerja Produktif Tak Bertambah


Rabu, 30 September 2026 / 08:49 WIB
Bonus Demografi Bisa Jadi Beban Jika Lapangan Kerja Produktif Tak Bertambah
ILUSTRASI. Pekerja melintas di trotoar kawasan perkantoran Sudirman (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P Sasmita menilai Indonesia tidak bisa mengandalkan industri baterai, digital dan AI sebagai satu-satunya sumber penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda.

Industri padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, makanan dan minuman serta elektronik masih menjadi sektor yang paling realistis untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Karena itu, strategi ekonomi perlu berjalan dengan dua kaki. Industri padat karya menjadi mesin penciptaan lapangan kerja, sementara sektor teknologi berperan meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru.

Baca Juga: Lembaga Demografi FEB UI: Bonus Demografi Baru Jadi Modal, Bukan Bonus Ekonomi

"Jangan sampai kita terlalu cepat mengejar industri berteknologi tinggi tetapi lupa bahwa jutaan anak muda membutuhkan pekerjaan hari ini," kata Ronny.

Menurut Ronny, revitalisasi industri juga tidak cukup hanya melalui insentif pembelian mesin. Pemerintah perlu membenahi biaya logistik, pasokan energi, perizinan, pembiayaan, kawasan industri dan keterampilan tenaga kerja.

Insentif fiskal seperti tax holiday juga perlu diarahkan untuk mendorong investasi yang mampu memperkuat kapasitas produksi sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×