kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

BKPM : Tak ada PHK besar-besaran


Selasa, 09 Februari 2016 / 15:50 WIB
BKPM : Tak ada PHK besar-besaran


Reporter: Handoyo | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Pemerintah membantah adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di perusahaan dalam negeri. Meski mengakui adanya PHK, namun jumlahnya tidak seperti yang dilansir oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, informasi yang dilontarkan oleh para serikat pekerja (SP) banyak yang perlu dikoreksi. Pasalnya, "Dampaknya kurang bagus (terhadap investasi)," ujar Franky, Selasa (9/2).

Franky mencontohkan, untuk perusahaan Panasonic dan Toshiba yang dikabarkan melakukan PHK sebanyak 2.000 karyawan, pada kenyataannya yang terkena PHK hanya 425 orang. Dengan adanya kesimpangsiuran data ini tentu sangat menimbulkan keresahan.

BKPM meminta para serikat pekerja agar tidak mengungkap angka-angka yang tidak valid. Selain itu, serikat pekerja juga diminta aktif memberikan solusi kepada BKPM untuk dapat memecahkan persoalan dan dapat menciptakan lapangan kerja. "Berikan nama (perusahaan) kepada kami, maka kami akan fasilitasi," ujar Franky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×