kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BKPM: Investor tak terpengaruh kenaikan upah buruh


Selasa, 06 November 2012 / 14:59 WIB
ILUSTRASI. Hukum Archimedes: Awal ditemukan, rumus, dan penerapannya.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Chatib Basri menegaskan isu kenaikan upah buruh tidak berpengaruh bagi investor asing. Dia menepis kabar adanya investor asing yang akan hengkang akibat kenaikan upah buruh itu. Menurutnya, kenaikan upah buruh ini akan lebih terasa berdampak pada usaha berskala kecil dan menengah.

Chatib mengatakan, investor asing justru lebih memperhatikan faktor keamanan. Menurutnya, investor sangat khawatir bila aksi buruh menjadi anarkis.

Salah satunya aksi sweeping yang dilakukan para buruh. "Komplain investor asing soal sweeping dan jaminan keamanan. Kalau anarkis ini menjadi persoalan," katanya, Selasa (6/11).

Perihal ancaman para pengusaha yang juga bakal melakukan aksi mogok lantaran jengah dengan aksi buruh yang menjurus anarkis, Chatib menegaskan ini bukan sebuah solusi.  "Paling baik kita mencari solusi menyangkut upah buruh ini. Yang penting soal jaminan keamanan ini," katanya.

Sebagai informasi, para pengusaha yang tergabung dalam forum komunikasi asosiasi nasional yang beranggotakan 23 asosiasi industri mengancam akan mogok produksi. Mogok produksi ini menjadi opsi terakhir jika demo buruh makin marak dan tidak ada sikap tegas dan jaminan keamanan dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×